Kamar Gelap Merah

kholid alamsyah
Chapter #22

Rumah yang Tak Dikenali

Langkah-langkah sepatu mereka memecah genangan air di sepanjang trotoar Kota Tua yang lengang. Shena menggenggam jemari Reno yang terasa dingin, membimbing pria itu menyusuri jalanan malam seperti menuntun seorang anak kecil yang kehilangan arah.

Reno tidak bertanya ke mana mereka pergi. Ia hanya berjalan patuh, menatap lampu-lampu jalanan yang memantul di atas aspal basah dengan mata penuh rasa ingin tahu yang polos.

Ketika mereka tiba di depan pintu kaca studio foto milik Reno, Shena berhenti. Ia mengambil kunci dari saku jaket Reno—kunci yang tadi sempat dipindahkan Reno sebelum mereka berangkat ke gang sempit itu—lalu memasukkannya ke dalam lubang selot.

Pintu terbuka dengan derit halus.

Bau khas studio—campuran aroma kertas cetak, cairan pembersih lensa, dan debu halus—menyergap mereka. Ruangan itu remang, hanya diterangi pendar lampu jalan yang menembus kaca depan.

"Ini... tempat tinggal saya?" tanya Reno pelan. Matanya menyapu sekeliling ruangan, menatap monitor besar yang mati, drawing tablet, dan barisan kamera analog yang tersusun rapi di dalam lemari kaca.

Lihat selengkapnya