Kamar Gelap Merah

kholid alamsyah
Chapter #24

Bayangan yang Asing

Lonceng perunggu di atas pintu studio berdenting nyaring pada pukul dua siang. Seorang pria paruh baya berkacamata tebal dan berkemeja batik kusam melangkah masuk sambil membawa map cokelat tebal di bawah ketiaknya.

Pak Jarwo—seorang pemilik kedai barang antik di seberang jalan yang sudah menjadi langganan studio itu selama dua tahun tersenyum lebar begitu melihat Reno berdiri di balik meja kasir.

"Siang, Mas Reno! Wah, kelihatan segar sekali hari ini," sapa Pak Jarwo riang, menepuk meja kayu dengan akrab. "Gimana, pigura tua pesanan saya minggu lalu sudah rampung? Biasa, foto keluarga zaman kolonial yang pojoknya dimakan rayap itu."

Reno mematung di balik meja. Tangannya yang sedang memegang kain lap mikrofiber berhenti bergerak. Pandangannya menatap Pak Jarwo dengan kesopanan yang asing—tanpa ada kilat pengenalan sedikit pun.

"Selamat siang, Pak," jawab Reno pelan, menyunggingkan senyum datar. "Boleh saya lihat nota pesanan atau nama Anda? Saya perlu mencarinya di buku catatan."

Pak Jarwo tertawa terkekeh, menganggap kalimat Reno sebagai gurauan segar. "Alah, Mas Reno ini pakai akting segala. Masa sama Pak Jarwo lupa? Biasanya juga kalau saya datang langsung diseduhin kopi hitam tanpa gula."

Shena yang sedang merapikan rak buku di sudut studio segera berbalik cepat. Jantungnya berdegup kencang melihat kebingungan polos yang membayang di wajah Reno. Shena melangkah cepat memotong percakapan di antara mereka.

Lihat selengkapnya