Kamar Gelap Merah

kholid alamsyah
Chapter #26

Bau Bunga dan Cahaya Baru

Gudang kecil di belakang studio berderit pelan saat Reno mendorong pintunya yang terbuat dari kayu lapis. Dua kardus cokelat berisi masa lalu beserta jejak-jejak keberadaan Nara kini tersimpan rapi di dalam kegelapan gudang, tertutup kain terpal abu-abu agar tak dihinggapi debu berlebih.

Reno menutup pintu gudang itu tanpa ada keraguan. Saat ia berbalik kembali ke ruang utama, aroma asing melingkupi hidungnya.

Bukan aroma cairan kimia pengembang foto yang menyengat, bukan pula bau debu kertas tua. Udara di dalam studio mendadak manis, segar, dan hidup.

Di atas meja kerja yang tadinya lengang, berdiri sebuah vas kaca bening berisi beberapa tangkai bunga krisan putih dan freesia kuning yang mekar sempurna. Shena berdiri di samping meja, sedang merapikan tangkai-tangkai bunga itu dengan gunting kecil.

"Ini..." Reno melangkah mendekat, matanya berbinar menatap kelopak-kelopak bunga yang masih tersisa embun tipis.

"Saya membawakannya dari toko saya," ujar Shena seraya menyunggingkan senyum hangat. "Studio ini terlalu dingin, Mas. Dulu... tempat ini penuh dengan bayangan orang-orang yang ingin menangisi masa lalu. Sekarang, tempat ini butuh sesuatu yang bernapas."

Lihat selengkapnya