Kamar Gelap Merah

kholid alamsyah
Chapter #33

Awal dari Sebuah Lembaran

Pagi harinya, Kota Tua terbangun di bawah siraman sinar matahari keemasan yang murni. Udara bersih selepas hujan semalam menyapu sisa-sisa kabut di sepanjang jalanan trotoar.

Di depan pintu studio foto, Reno berdiri mengenakan kemeja putih berlengan panjang yang digulung hingga ke siku. Di lehernya, kamera rangefinder kesayangannya tergantung mantap. Ia sedang memasang selembar papan nama baru bertuliskan huruf-huruf timbul dari kayu jati:

"Studio Foto & Galeri Reno"

Kata "Restorasi" telah dihapus dari papan nama tersebut. Reno tak lagi hanya menjadi pemulih foto-foto lama yang rusak; ia adalah seorang fotografer yang merekam kehidupan yang sedang berjalan.

Shena keluar dari dalam studio membawa dua cangkir kopi segar yang aroma sangrainya menyengat harum. Ia menyerahkan satu cangkir pada Reno, lalu berdiri di samping pria itu sambil menatap papan nama yang baru terpasang.

"Bagus sekali, Mas," puji Shena seraya tersenyum lebar. "Kelihatan jauh lebih terang."

Lihat selengkapnya