Kamar Gelap Merah

kholid alamsyah
Chapter #34

Jejak di Luar Bingkai

Enam bulan melintasi musim kemarau hingga memasuki puncak penghujan kembali, jalanan Kota Tua tak lagi menyimpan aura kelabu bagi Reno maupun Shena. Studio keci di sudut simpang jalan itu kini tak pernah sepi. Bau uap kopi hangat, semerbak bunga freesia segar, serta gesekan kertas foto cetak menjadi irama harian yang menenangkan.

Siang itu, hujan gerimis membungkus kawasan alun-alun dengan selapis kabut tipis. Reno berdiri di dekat jendela besar studio, menatap lalu lalang paying berwarna-warni yang berderet di trotoar. Di tangannya, sebuah kamera analog tua jenis medium format buatan Jerman—yang baru ia beli dari toko kelontong antik dua hari lalu—tergenggam santai.

Di belakangnya, Shena sedang merapikan vas-vas kaca berisi krisan putih dan helai-helai daun pakis di meja tengah. Gaun linen warna cokelat muda yang dikenakannya menyapu lantai kayu dengan lembut setiap kali ia melangkah.

"Mas Reno," panggil Shena pelan, memecah kesunyian yang syahdu di antara mereka.

Reno membalikkan badan, menatap wanita itu dengan mata yang dipenuhi pendar ketenangan murni. "Ya, Shena?"

Shena mengambil sebuah kotak kayu kusam berbentuk persegi dari dalam tas jinjingnya. Kunci kunigan kecil yang mengunci kotak itu sudah menguning dimakan usia. "Tadi pagi, waktu saya membersihkan loteng rumah lama Kakek, saya menemukan kotak ini di balik tumpukan koran tua."

Reno melangkah mendekat, mengamati kotak kayu itu seraya mendudukkan diri di samping Shena di sofa kulit. "Kotak apa ini?"

Lihat selengkapnya