Kamar Tidur

N'zyna
Chapter #3

Pindah

9.23 Aku di halte ya, bentar lagi kamu nyampe kan?


"Kenapa tuh orang tau deh, tiba-tiba banget aishh!"

Ayka mengetik sesuatu di grup obrolan bersama keempat sahabatnya. Berharap salah satu dari mereka bisa menolongnya kali ini. Di depan sana, halte terakhir sudah mulai terlihat, ia mulai panik ketika tidak ada satu pun dari temannya yang merespon. Sungguh, ia benar-benar tidak mau bertemu dengan laki-laki itu hari ini.

Bus yang ia naiki akhirnya berhenti, Ayka tetap duduk disaat penumpang lain keluar satu persatu. Ia bahkan tidak berani melihat ke arah belakang, bisa saja laki-laki itu ada disana. Ayka bahkan tidak bisa melihat apakah orang itu ada di depan sana atau tidak karena terhalang bus lainnya. Hingga akhirnya hanya ia yang tersisa di dalam bus. Terlihat dari kaca spion sang supir memperhatikannya. Menghela napas, gadis itu akhirnya terpaksa turun dengan langkah gontai.

"It's okay Ayka, pura-pura aja gak tau, kan emang belum di-read juga. Jalan lurus, gak usah nengok kiri kanan. Kalau ada yang manggil pura-pura budek, pake headphone juga kan Ay! Hufftthh, okay, lets go!"

Gadis itu mulai berjalan sesuai rencanannya. Berharap laki-laki yang dalam 2 bulan terakhir ini selalu mengganggu kehidupannya itu tidak melihat sadar ia lewat. Entahlah dimana pun orang itu diam, ia tidak peduli. Kakinya terus melangkah tanpa ragu. Masih beberapa meter lagi untuk sampai di kampusnya, dan sejauh ini ia tidak mendapati keberadaan kakak tingkatnya itu. Hingga tiba-tiba....

"Serius amat jalannya, gak baca pesan ya?"

Rencananya gagal setelah refleks menengok ke kanan, ia mendapati Aditya mengendarai motor Sport Retro XSR155 dengan laju yang sangat pelan, menyesuaikan dengan langkah Ayka. Sial! gerutunya dalam hati. Gadis itu tersenyum tipis tanpa menghentikan langkahnya. Sementara itu, Aditya menunjuk telinganya sendiri sembari berkata "Buka!" tanpa bersuara. Laki-laki itu meminta Ayka membuka headphone-nya.

Ayka menghela napas diam-diam sembari memaksakan senyumannya, "Kenapa kak?"

"Ayo naik!"

"Oh enggak enggak kak, aku jalan aja, dikit lagi kok."

"Fakultasmu masih jauh kali dikit lagi apanya?"

"Oh itu udah ditungguin di depan sama temen aku," tipunya.

"Mana? gak ada kok, ayolah naik, aku anterin."

"Nggak nggak kak asli, duluan aja, aku suka jalan."

"Naik, ayo cepet, nungguin nih!"

Aditya sialan! Pergi aja susah amat, tinggal gas apa susahnya sih, bikin orang badmood aja!

********

Kelas berlangsung selama 20 menit, sementara itu Ayka menempuh perjalanan pulang pergi kurang lebih selama 4-5 jam. Sungguh pemborosan waktu, dan yang pasti sangat melelahkan bagi gadis itu. Padahal ia ingin tinggal di kost dekat kampus agar lebih efisien. Kehidupan perkuliahannya pun akan lebih fokus tanpa harus khawatir tertinggal bus terakhir. Jika seperti ini ia tidak akan pernah bisa ikut organisasi apapun karena khawatir ada kegiatan hingga malam hari.

Lihat selengkapnya