Kamar Tidur

N'zyna
Chapter #3

Hadiah di malam hari

Aku baru saja sampai di rumah ketika rasanya tubuh ini sudah tidak bisa diajak berkompromi lagi. Waktu menunjukkan pukul 10 malam. Tas yang sejak tadi menggantung di bahu langsung kulempar begitu saja ke atas sofa. Hari ini aku cuma punya satu tujuan.

Tidur.

Kurang lebih 48 jam terakhir, aku tidak benar-benar tidur. Kalau pun sempat memejamkan mata, itu hanya ketika aku berada di bus. Selebihnya laptop, kopi, tugas, revisi, laptop lagi, kopi lagi. Bahkan aku mulai lupa kapan terakhir kali tidur dalam posisi yang benar-benar layak disebut tidur.

Aku menjatuhkan tubuh ke atas kasur.

Akhirnya.

Kasur.

Aku memejamkan mata sejenak. Rasa kantuk membuat mata ini enggan terbuka lagi. 

Ting!

Mataku terbuka. Aku mengerang pelan. Siapa lagi yang mengganggu ketenangan hidupku? Tanganku meraba-raba meja di samping kasur untuk mengambil ponsel. Layar menyala dan sebuah nama muncul di notifikasi. 


Oma:

Masih sibuk? 19.10

Hari ini juga gak akan tidur di rumah oma? 20.45

Ya udah oma kunci pintu 22.04


Menghela nafas, hari ini oma mengirimiku pesan lebih sedikit daripada biasanya. Sudah hampir 1 bulan sejak aku meminta izin pada oma untuk tidur di kamarku, di rumah ibu. Sejak saat itu juga aku bahkan tidak sempat melihat atau menemui oma. Tugas akhir ini benar-benar menguras waktu dan tenaga. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk tetap tidur di rumah ibu alih-alih pulang ke rumah oma hanya untuk tidur. 

Lagipula aku selalu sampai rumah malam hari. Jika dihitung dengan aktivitas bersih-bersih, mandi dan semacamnya, mungkin aku baru bisa ke rumah oma larut malam. Selain mungkin akan mengganggu waktu istirahatnya, aku pun sudah tidak memiliki tenaga untuk berjalan ke rumah oma. 

Baru saja aku hendak mematikan daya ponselku, notifikasi pesan masuk lainnya membuatku mengurungkan niat. Aku pikir oma mengirim pesan lagi padaku. Rupanya orang lain.


Om Ridwan:

Udah pulang? 22.05

Paketnya udah datang kan? 22.05


Paket? Paket apa? Aku beranjak berdiri dan berjalan ke ruang tamu untuk mencari paket yang dimaksud. Kalau tidak salah ingat, minggu lalu, om Ridwan berjanji memberikanku hadiah. Aku menyapu hampir setiap sudut ruang tamu untuk menemukan paket yang ia maksud. 

Lihat selengkapnya