Dua bulan terakhir, tempat ini menjadi bagian dari hidupku.
Hampir setiap hari aku datang.
Kadang sendiri. Kadang bersama ibu. Kadang bersama Ridwan. Kadang Kayla ikut menemaniku. Dan beberapa kali, Aditya juga datang bersamaku.
Aku selalu membawa bunga.
Entah sejak kapan bunga-bunga itu mulai memenuhi tempat ini. Yang sudah layu mungkin sudah dibuang. Aku bahkan tidak tahu siapa yang melakukannya. Mungkin Ridwan. Mungkin Kayla. Mungkin ibu. Atau mungkin Aditya yang beberapa kali datang lebih dulu dariku.
Tapi bunga-bunga baru selalu datang lagi.
Seolah aku masih belum bosan membawa sesuatu untuk seseorang yang sudah tidak bisa menerimanya.
Hari ini pun begitu.
Aku duduk bersimpuh di samping sebuah batu nisan.
Lenora Marian.
Nama yang begitu cantik.
Nama yang selama hidupku lebih sering kupanggil dengan satu nama sederhana. Oma.
Aku menatap tulisan itu cukup lama.
Kemudian air mataku kembali jatuh.
Ajaib.
Padahal sudah dua bulan aku menangis.
Tapi air mata ini seolah tidak pernah habis. Tidak pernah benar-benar kering.
Setiap kali datang, aku selalu berjanji pada diriku sendiri untuk tidak menangis lagi. Aku ingin terlihat kuat di hadapan nisan ini. Aku tidak ingin oma melihatku masih sesedih ini.
Tapi bagaimana mungkin aku terlihat kuat ketika orang yang ingin kulihat tersenyum sudah tidak bisa lagi membuka mata?
Aku sudah mencoba menahan semuanya. Berkali-kali.
Tetap saja gagal.
Aku menundukkan kepala.
Tanganku menyentuh tanah di samping nisan itu dengan pelan.
Dulu aku begitu sibuk mencari kamar yang sempurna.
Aku membayangkan sebuah ruangan yang bisa kutata sesuka hati. Warna yang kusukai. Tempat tidur yang nyaman. Cermin yang diletakkan di tempat yang tepat. Jendela dengan cahaya matahari yang masuk perlahan setiap pagi.
Aku ingin sebuah kamar yang benar-benar menjadi milikku.
Dan akhirnya aku mendapatkannya.
Kamar di lantai dua rumah ibu.
Kamar impianku.
Aku pikir setelah mendapatkannya, aku akan merasa lengkap.
Ternyata tidak.
Aku baru sadar ada sesuatu yang tidak pernah bisa diberikan oleh sebuah kamar.
Kehangatan.