Kamu Adalah Apa Yang Kamu Pikirkan

Eddy Cahyo Tutuko
Chapter #1

Bagas Aji Pangestu


Dirinya adalah seorang pemimpi dan penghayal. Banyak kisah perjalanan hidupnya dari kecil sampai dewasa merupakan refleksi impian sejak kecil yang banyak terwujud dalam beberapa tahun kemudian. Ia merupakan anak ketujuh dari sebelas bersaudara.

Ia dilahirkan di sebuah rumah sakit di Kota Solo beberapa puluh tahun lalu. Rumah sakit itu memiliki nama yang agak aneh, yaitu "Rumah Sakit Kandang Sapi". Namun, nama sebenarnya bukan itu, melainkan "Rumah Sakit Dr. Oen Kandang Sapi". Tetap saja ada nama "Kandang Sapi" di belakangnya. Ia bukan lahir di kandang sapi betulan seperti yang banyak diperkirakan orang.

Kenyataannya, itu adalah sebuah nama rumah sakit terkenal di Kota Solo, Surakarta. Menurut sejarahnya, rumah sakit itu tadinya merupakan sebuah poliklinik di sebuah paviliun sederhana di pinggiran Kota Solo. Didirikan oleh perkumpulan "Hua Chiao Tsing Nien Hui", poliklinik tersebut pada awalnya dinamakan "Poliklinik Tsi Sheng Yuan" (dibaca Dji Sheng Yuan) yang artinya "Lembaga Penolong Hidup".

Didirikan pada tahun 1933, poliklinik ini kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Rumah Sakit Dr. Oen Kandang Sapi. Sampai saat ini, tempat tersebut merupakan rumah sakit terkenal di Kota Solo, Surakarta, dan menjadi kebanggaan warga karena memiliki sejarah yang panjang dan unik.

Tepat pada tanggal 29 Februari, di sebuah ruang bangsal bersalin Rumah Sakit Dr. Oen Kandang Sapi, Surakarta, seorang ibu meregang nyawa. Dengan menahan sakit yang luar biasa, ia mempertaruhkan nyawa demi kodratnya melahirkan seorang bayi laki-laki dengan bobot seberat dua koma sembilan kilogram.

Bayi mungil yang montok ini untuk pertama kalinya tersenyum di pangkuan ibunya. Rasa sakit luar biasa yang dirasakan sang ibu langsung hilang seketika begitu melihat sosok bayi yang sehat dan menggemaskan. Bayi itu diberi nama Bagas Aji Pangestu.

Kelahiran unik bertanggal 29 Februari mewarnai kehidupannya sehari-hari, menjadikannya seorang petualang dalam mimpi dan khayalan. Namun anehnya, banyak hal yang terwujud dalam kehidupan nyata. Terlalu banyak untuk diceritakan, namun ia ingin menceritakan salah satu pengalaman yang telah dibayangkan sejak lama.

Ketika dirinya sering bepergian menggunakan pesawat terbang, ia berkhayal ingin menjadi pilot yang menerbangkan sebuah pesawat terbang sungguhan. Nyatanya bukan seperti itu yang terjadi, melainkan terwujud sebagai "pilot gadungan".

"Apa jadinya jika suatu ketika terbang sebagai penumpang pesawat biasa, lalu mendapati pilotnya pingsan? Siapa sangka, hal yang tadinya hanya sebuah khayalan sungguh-sungguh terjadi, bahkan melebihi dari apa yang dibayangkan semula."

Bermula ketika baru lulus dari Sekolah Teknik Mesin merupakan pilihan banyak anak muda pada masa itu agar bisa lekas mendapat pekerjaan.

Begitu lulus langsung melamar pada sebuah perusahaan besar swasta ternama bergerak di bidang alat-alat berat (A2B), kebetulan sedang memasang iklan untuk mencari pemuda lulusan Sekolah Teknik Mesin di sebuah surat kabar.

Nantinya calon karyawan telah lulus dalam beberapa tahapan seleksi akan dikirim ke beberapa daerah proyek seluruh Nusantara difasilitasi dengan menggunakan pesawat terbang ketika harus berpindah dimutasikan ke daerah yang satu ke daerah yang lainnya, juga di saat menjalani cuti pulang ke rumahnya masing-masing.

Sudah tidak terhitung beberapa kali sudah naik pesawat terbang dari berbagai jenis pesawat, mulai dari pesawat kecil sampai dengan pesawat berbadan besar sekelas Boeing sampai Airbus yang bisa mengangkut ratusan penumpang.

Semua dikarenakan tugas proyek harus dijalani, saking seringnya naik pesawat terbang menjadikan ruang kabin dalam pesawat menjadi rumah kedua penuh dengan cerita beragam silih berganti.

Dimulai sejak kedatangan di bandara sampai masuk ke dalam kabin pesawat, bertemu dengan orang-orang baru dari pelosok daerah sampai dengan penumpang pesawat dari berbagai belahan negara di dunia.

Tapi siapa mengira di sinilah awal mimpi buruk itu terjadi, keseringan terbang dengan pesawat jadi sering menghayal yang aneh-aneh. Berkhayal seandainya terjadi sesuatu hal menimpa kedua pilotnya sehingga tidak mampu lagi mengendalikan pesawat, kemudian dirinya ditunjuk menggantikan pilot tersebut.

Ternyata terjadi betulan melebihi dari yang pernah dibayangkan semula.

Peristiwa itu terjadi suatu ketika saat ia terbang menggunakan pesawat Boeing 737 di ketinggian 36.000 kaki, sama dengan 10,973 km di atas permukaan laut, dengan kecepatan Mach 0,82 atau setara dengan 877 km/jam!

Dari Balikpapan menuju Jakarta, ia mengalami peristiwa di mana kedua pilot dari pesawat yang ditumpanginya pingsan. Bukan hanya kedua pilotnya saja, akan tetapi seluruh penumpang dan awak kabin juga pingsan semua!

Hanya dirinya sendiri yang masih sadar di antara semua penumpang. Mau tidak mau harus mengendalikan pesawat Boeing 737 berukuran raksasa ini. Sementara itu, dirinya hanyalah seorang penumpang pesawat biasa yang tidak pernah mengecap pendidikan sebagai pilot sungguhan.

Tidak cukup sampai di situ, rentetan peristiwa mencekam di dalam pesawat datang silih berganti ketika mencoba mendaratkan pesawat ke tempat tujuan untuk dapat menyelamatkan seluruh penumpang dan awak kabin yang masih hidup.

Disangka sebagai teroris sengaja mencelakakan seluruh penumpang dan awak kabin termasuk kedua pilotnya. Pesawat akan dijatuhkan ke dasar laut dengan rudal diluncurkan dari dua pesawat tempur F-16 Fighting Falcon.

Lihat selengkapnya