Kamu Adalah Apa Yang Kamu Pikirkan

Eddy Cahyo Tutuko
Chapter #5

Mimpi Buruk Dimulai


Benar-benar mimpi buruk yang dirasakannya. Mengapa sebelumnya ia selalu membayangkan hal seperti ini? Pada akhirnya, hal itu benar-benar terjadi! Baru menyesal sekarang!

"Kamu adalah apa yang kamu pikirkan." Ternyata, itu bukan sekadar ungkapan omong kosong saja.

Alam semesta telah mengaturnya! Pikiran itu akan berbalik kepada diri kita sendiri, tergantung pada apa yang sedang kita pikirkan.

Dirinya bukan seorang pilot, hanya seorang penumpang biasa saja. Ia tidak tahu seluk-beluk tentang dunia penerbangan, tetapi nantinya akan dipaksa mendaratkan pesawat sebesar ini untuk dapat menyelamatkan semua orang di dalamnya.

Mereka masih hidup!

Terasa kepala mau meledak membayangkan semua ini. Pergumulan rasa ingin tahu yang tinggi untuk mengetahui ada apa di balik gorden itu mengalahkan rasa takut yang mendera. Berniat menuju ke sana.

Melangkahi ketiga pramugari yang tergeletak di lantai dengan hati-hati. Ups, salah satunya terinjak tanpa sengaja. "Maaf," gumamnya. Berdiri tegang sesampainya di depan gorden selama beberapa saat. Tangannya menyibak kain gorden perlahan dengan getaran hebat. Setelah gorden terbuka tanpa menimbulkan suara, tersaji pemandangan horor di hadapannya.

Seorang pria berkemeja putih telentang di lantai lorong, persis di depan toilet. Mencermati pakaian yang dikenakannya, sepertinya ia bukan penumpang biasa. Ada dua tanda atribut emblem yang sama di kedua bahunya, kemudian ada inisial di atas sakunya. Terbaca nama Kapten Adi Nugroho!

Satunya lagi, Kopilot Rio Sudibyo, terjerembap di tempat duduknya sendiri di sebelah kiri dalam kondisi tidak sadarkan diri. Kedua pilot itu tidak lagi mengendalikan pesawat!

Melihat jendela kaca depan kokpit, pesawat menyuguhkan pemandangan menakjubkan yang tidak pernah dilihat sebelumnya. Bentangan samudra dan cakrawala biru menyergap matanya, membuatnya terpesona sesaat. Pemandangan dari sini terasa lebih spektakuler, berbeda dengan yang biasa dilihatnya dari jendela samping tempat duduknya.

Kekagumannya tidak berlangsung lama begitu melihat ada seorang pria dewasa bertubuh kekar duduk di sebelah kanan kokpit. Orang itu mengenakan pakaian biasa saja, tanpa atribut maupun tanda pengenal lainnya.

Seharusnya tempat duduk itu ditempati oleh Kapten Penerbang Adi Nugroho, tetapi sekarang orang lain yang mendudukinya. Kehadiran dirinya sendiri belum diketahui oleh orang tersebut.

Suara gemuruh mesin pesawat mengalihkan perhatiannya. Orang itu sibuk sendiri mengotak-atik sesuatu, atau mungkin merasa terlalu percaya diri tidak akan ada orang lain yang mengganggunya karena semua penumpang sudah dilumpuhkannya.

Sontak menutup kembali tirai gorden rapat-rapat, lalu menghempaskan diri di kursi khusus untuk kru pesawat di belakang kokpit sambil menatap dinding pesawat.

Matanya berkunang-kunang dan keringat dingin bercucuran. Siapa orang yang berada di samping kopilot barusan? Ia mengira hanya dirinya sendiri yang masih sadar, tetapi ternyata ada orang lain yang saat ini tengah mengendalikan pesawat!

Lihat selengkapnya