Kamu Adalah Apa Yang Kamu Pikirkan

Eddy Cahyo Tutuko
Chapter #6

Dicegat Jet Tempu F-16

Bandara tersibuk nomor tiga di Asia-Pasifik berdasarkan data dari Airports Council International (ACI) yang berbasis di Montreal, Quebec, Kanada, akan melayani kedatangan pesawat dari berbagai maskapai di dunia, mewarnai kesibukan sehari-hari di bandara ini.

Dua puluh empat jam penuh kegiatan berlangsung tanpa istirahat, tidak pernah mengenal hari libur. Segala sesuatu bisa terjadi di sini kapan saja.

Seratus lebih pesawat datang dan pergi, sedangkan ribuan pengunjung berada dalam bandara ini setiap hari, baik itu calon penumpang maupun masyarakat yang datang untuk menjemput.

Air Traffic Control (ATC) merupakan kegiatan paling berisiko tinggi yang bertanggung jawab mengatur lalu lintas pesawat yang datang dan pergi. Kondisi ini tidak seperti kendaraan di darat yang diatur oleh rambu-rambu lalu lintas atau traffic light.

Di udara tidak ada rambu-rambu terpasang, hampa, kosong, dan tidak ada polisi lalu lintas yang berjaga. Ruang udara wilayah bandara harus steril, tidak boleh ada benda yang menghalanginya, bahkan satwa burung sekalipun saat pesawat akan tinggal landas maupun mendarat.

Seekor burung terbang mendekat bisa terisap oleh turbin mesin pesawat yang berakibat mesin terbakar atau meledak. Tidak boleh juga ada bangunan yang melebihi ketinggian empat puluh meter di sekitar area bandara.

Semua pesawat yang datang dan pergi akan dipandu sesuai gilirannya serta diatur ketinggiannya. Sedikit saja kesalahan akan berakibat fatal karena menyangkut keselamatan jiwa banyak orang.

Sebuah pesawat berbadan besar terdeteksi oleh menara pengawas di ujung Pulau Sumatra. ATC memanggil melalui frekuensi utama.

"Nusantara One-Two-Three, Sumatra Control, do you copy?" (Nusantara Satu-Dua-Tiga, Pengawas Sumatra, apakah Anda mendengar?)

Panggilan berulang kali dilakukan, tetapi suasana tetap hening tanpa ada jawaban. ATC memindahkan jalur ke Frekuensi Darurat Internasional (Guard Frequency: 121,5 MHz).

"Nusantara One-Two-Three, Sumatra Control, do you copy?" (Nusantara Satu-Dua-Tiga, Pengawas Sumatra, apakah Anda mendengar?)

Tidak juga ada jawaban.

"Nusantara One-Two-Three, Sumatra Control, if you read, squawk ident." (Nusantara Satu-Dua-Tiga, Pengawas Sumatra, jika Anda mendengar, tekan tombol identifikasi radar.)

(ATC meminta pilot menekan tombol khusus di radar jika radio mereka rusak tetapi masih bisa mendengar).

Kondisinya sama saja, panggilan tidak direspons sama sekali. Petugas mulai kehilangan kesabaran dan langsung menghubungi ATC Jakarta.

ATC Jakarta merespons, "Aircraft transiting Sumatra Airspace at Flight Level Three-Five-Zero, squawking Four-Five-Two-One, this is Jakarta Control on Guard. If you read, contact Jakarta Control immediately."

(Pesawat yang sedang melintasi Ruang Udara Sumatra pada ketinggian jelajah 35.000 kaki, dengan kode transponder 4521, ini adalah Pengawas Jakarta di Frekuensi Darurat. Jika Anda mendengar, segera hubungi Pengawas Jakarta.)

Lihat selengkapnya