Kamu Adalah Apa Yang Kamu Pikirkan

Eddy Cahyo Tutuko
Chapter #8

Sosok Monster

Sudah tidak bisa diragukan lagi, orang asing yang baru saja dilumpuhkannya benar-benar seorang pembajak pesawat.

Orang ini adalah salah satu anggota kelompok teroris. Terbukti, sebuah senjata api jenis pistol berhasil diselundupkan ke dalam pesawat semua penumpang dan awak pesawat dilumpuhkan, kecuali Bagas! Dipastikan banyak pihak terlibat dalam rencana pembajakan pesawat Boeing 737 ini.

Berkemungkinan kotak makanan yang terlambat datang sampai terjadi keributan di antara awak kabin dengan pengantar makanan menggunakan mobil van hitam tertutup sempat dilihatnya.

Kotak makanan yang terkirim mungkin saja sengaja dibubuhi zat obat bius yang mengakibatkan seluruh penumpang, awak kabin, beserta kedua pilotnya pingsan.

Beruntung Bagas belum merasakan makanan yang tersaji dikarenakan dirinya sedang tertidur. Begitu terbangun, dirinya mendapatkan situasi yang mengerikan.

Sudah pasti ada kelompok teroris yang lainnya menunggu di bandara Jakarta untuk melanjutkan aksi berikutnya apabila pesawat memang akan didaratkan.

Bagaimana dengan Fransisca seandainya ada yang mengetahui bahwasanya Fransisca merupakan temannya? Bisa-bisa ...?

Apa lagi mengetahui rekan seklompotannya ditugaskan unuk membajak pesawat tidak berada dalam kokpit melainkan orang lain tidak dikenal.

Timbul rasa khawatir akan keselamatan Fransisca Pasti saat ini sedang menunggu di bandara tidak mengetahui apa yang terjadi pada Bagas saat ini.

"Pesawat tidak ada yang mengemudikan sekarang, harus mengambil alih!"

Dengan tangan kiri dan betis terluka, Bagas membayangkan seandainya pesawat ini kehabisan bahan bakat akan jatuh ke laut, menabrak gunung, atau bisa saja jatuh di tempat keramaian kota seandainya dirinya tidak mampu mengendalikan pesawat ini.

Sendirian di dalam pesawat, sementara puluhan orang penghuni pesawat ini tidak sadarkan diri, satu orang terluka parah, serta pramugari dan kapten pilot tergeletak di lorong kabin. Sungguh suasana yang mencekam melebihi dari segala-galanya.

Bagas takut akan terjadi apa-apa dengan Fransisca tengah menunggu di bandara. Berkeinginan menyelamatkan seluruh penumpang, termasuk Andreas dengan Tina yang juga sudah ditunggu putrinya, Caroline.

Timbul kekuatan dan keberanian untuk dapat mengendalikan pesawat dan menurunkannya di bandara segera, demi menyelamatkan Fransisca dan seluruh penumpang yang masih hidup.

Lihat selengkapnya