Terlalu kuat mendorong kemudi ke depan pesawat langsung menukik tajam ke bawah begitu mau menarik kemudi kembali satu hal mengerikan terjadi. Kopilot berada disamping terjerembab jatuh ke depan. Sabuk pengaman terlepas tubuh berat, tambun menimpa gagang kemudi! Menyebabkan seketika itu juga pesawat menukik tajam kebawah berbelok arah!
Bagas panik luar biasa rencana sudah diatur sedemikian rupa berantakan, Bukannya mengarah ke landasan sudah bersiap menyambut kedatangannya justru melenceng jauh. Pesawat menukik ke arah perkampungan rumah padat penduduk . Usaha untuk menarik kembali kemudi sia-sia tertahan berat tubuh kopilot, menindih kemudi bulat kembar satunya lagi.
Isi dalam gedung pusat pengendali krisis gempar demikian juga halnya dalam ruang kepresidenan sesuatu di luar perhitungan terjadi. Terlebih lagi Kapten Bambang Pamungkas dipercaya memandu pesawat tidak mungkin salah dalam memberikan arahan, andaikan salah dalam memberikan instruksi akan berakibat semua sertifikasi melekat dalam dirinya bakal dicabut!
"Apa yang terjadi?... Tarik kemudi! Arahkan pesawat menjauh posisi Anda terlalu rendah dan melenceng ke kanan! Keluar dari jalur landasan!
"Naikkan pesawat sekarang!"
Kapten Bambang terus berteriak panik terlihat jelas raut wajah ketegangan luar biasa belum pernah mengalami situasi seperti sekarang ini. Terjadi kegaduhan dalam ruang gedung semua berebut ingin berbicara dengan Bagas. Kurang dari satu menit lagi pesawat Boeing 737 akan menghujam ke bawah menabrak ratusan rumah perkampungan padat.
Team tanggap darurat dialihkan ke sana puluhan mobil pemadam kebakaran, ambulans saling betlomba lebih dahulu tiba di lokasi perkampungan padat rumah penduduk tidak jauh dari bandara. Wartawan media cetak dan televisi dari dalam dan luar negeri dibuat kalang kabut berlarian mengabadikan moment menegangkan ini.
Dua pesawat jet tempur F -16 Fighting Falcon dan dua lagi Sukhoi SU - 27 saat ini mendarat di ujung landasan Bandara Jakarta bersiaga kembali menanti perintah selanjutnya.
Suara bising saling berebut bicara keluar dari sepasang speaker dalam kokpit pesawat Boeing 737 sedang dikemudikan oleh Bagas saat ini sedang berusaha mati-matian mengendalikan pesawat agar tidak jatuh ke bawah perkampungan padat merusak konsentrasinya belum lagi tubuh pilot masih menghimpit gagang kemudi.
Dalam posisi Malaikat maut akan segera menjemputnya Bagas melakukan tindakan ekstrim. Secara refleks menendang sekuat tenaga tubuh kopilot sudah menjadi mayat Tubuh terhempas ke jendela samping menjauh dari gagang kemudi.
"Maaf terpaksa melakukan ini."
Tidak membuat situasi semakin membaik bunyi alarm terus menjerit memekakkan telinga. Bayang-bayang mahluk Zombie siap mencabik tubuh sudah terlihat jelas di pelupuk mata. Berusaha keras setenang mungkin tidak lagi menghiraukan lagi perintah dari menara pengawas berisik luar biasa semua berebut ikut bicara.