Kamu Adalah Apa Yang Kamu Pikirkan

Eddy Cahyo Tutuko
Chapter #14

Disangka Teroris

Ini sudah tidak main-main lagi. Kedua pesawat jet tempur itu dipastikan akan menembak jatuh pesawat Boeing 737 ini setelah manuver gila dilakukan oleh Bagas. Pihak otoritas keamanan negara berspekulasi manuver kedua akan dilakukan Bagas selanjutnya, yaitu menabrakkan pesawat ke sebuah gedung di pusat ibu kota.

Tidak bisa dibiarkan! Kali ini harus segera dicegah sebelum terjadi malapetaka. Terlihat kedua pesawat tempur semakin mendekat. Kedua rudal AIM-9 Sidewinder sudah berasap di kedua ujung ekornya, menandakan siap diluncurkan!

Jelas sudah dirinya sudah dianggap musuh besar bagi negara yang berpotensi dapat mencelakakan banyak orang. Sudah terbukti sebelumnya, namun tidak jadi dilakukan, akan menjatuhkan pesawat Boeing 737 ke pemukiman rumah padat penduduk. Kini, menargetkan sesuatu yang lebih besar.

Menjelang terbang kurang dari sepuluh mil jaraknya dari pesawat Boeing 737, kedua rudal AIM-9 Sidewinder benar-benar diluncurkan dari salah satu pesawat jet tempur. Melesat dengan garang, menyemburkan lidah api, mampu menjangkau sasaran sejauh 200 km dengan presisi, dapat membuat pesawat Boeing 737 hancur lantak berkeping-keping. Tanpa ampun!

Meluncur deras, semakin terlihat sosok kedua rudal mengerikan itu, diikuti kedua pesawat jet tempur F-16 Fighting Falcon melesat ke samping bersamaan, menjauh setelah melepaskan kedua rudalnya.

Pemandangan sungguh sangat mencekam dirasakan oleh Bagas saat ini. Bukan saja membuat jantung berdegup keras, tapi lebih dari itu, tidak ada harapan untuk mengelak. Ini pesawat komersial berbadan besar, tidak dirancang sebagai pesawat tempur yang dapat mengelak dengan mudah. 

Bukan juga pesawat Kepresidenan Air Force One yang dilengkapi dengan DIRCM (Directional Infrared Countermeasures). Mampu melacak rudal yang mendekat dengan menembakkan laser untuk membutakan sensor rudal, sehingga arahnya meleset dari sasaran.

Entah apa jadinya dengan seluruh penumpang yang berada di dalamnya. Bagaimana pula dengan nasib kedua pasangan, Andreas dan Tina, yang sudah ditunggu putrinya. Mungkin semuanya akan menjadi debu halus, hanyut di tengah ganasnya lautan samudra. Termasuk jasad Bagas sendiri!

Diam terpaku, mata terpejam pasrah!

Dalam kepasrahannya, tiba-tiba sekelebat cahaya kuning menyerupai kilatan petir menyeruak dari balik awan, menghantam kedua rudal yang tinggal beberapa mil lagi dari hidung kokpit pesawat Boeing 737 yang dikendalikan Bagas.

Seketika itu juga, kedua rudal meledak di udara, menimbulkan serpihan bunga api menyebar ke mana-mana. Hentakan ledakan kedua rudal itu mampu menggoyahkan pesawat, bergetar hebat! Disusul dua sosok benda hitam mengkilap melesat datang begitu cepat di depannya, kemudian menghilang ditelan gumpalan awan raksasa.

Belum sempat terpikirkan benda apa yang baru saja melesat di depannya dan siapa yang melakukannya menembak jatuh kedua rudal. Berakibat salah satu kepingan rudal menghantam keras jendela kaca kokpit di samping bangku kopilot, menimbulkan lubang cukup besar. 

Lihat selengkapnya