Kamu Adalah Apa Yang Kamu Pikirkan

Eddy Cahyo Tutuko
Chapter #17

Penyamaran


Aparat keamanan membuat brigade. Para tenaga medis melakukan pemeriksaan kondisi penumpang, kemungkinan ada yang terluka di saat melakukan peluncuran tadi. Seluruh penumpang tidak luput disemprot dengan disinfektan ke seluruh badan, diwajibkan juga menggunakan masker. Semua ini mengakibatkan kepanikan. Seluruh penumpang tidak memahami kejadian sesungguhnya, mengapa begitu banyak orang di landasan menggunakan alat pelindung diri lengkap seperti dalam bangsal rumah sakit layaknya.

Banyak tentara dan polisi berjaga dengan menyandang senjata lengkap.

Fransiska dan Caroline memicingkan mata di antara kerumunan penumpang, mengamati dengan saksama untuk dapat menemukan sosok yang dicari. Caroline sudah dapat melihat sosok ayahnya dari kejauhan bersama calon ibu barunya. Terpancar kegembiraan luar biasa melihat kedua orang tuanya terlihat baik-baik saja, berusaha ingin menemuinya, tapi belum diperbolehkan kerabat menemui. Lagi pula, Caroline merasa tidak tega menyadari sahabat barunya belum menemukan temannya, Bagas, di antara sekian banyaknya orang berkumpul.

“Bagaimana dengan kedua orang tuamu, apakah ada di dalam kerumunan itu?”

“Sudah terlihat, itu ada di sana, sepertinya baik-baik saja.”

“Cepat hampiri kedua orang tuamu, Caroline!”

“Sedang dilakukan tindakan medis oleh petugas, don't care. Temanmu yang utama harus segera kamu temui.”

“Siska tidak melihat sosoknya, tidak terlihat dalam kerumunan banyak orang,” dengan wajah sendu.

“Jangan khawatir, saya akan menemanimu sampai temanmu keluar dari pesawat.”

“Terima kasih banyak, Caroline, senang bisa berkenalan denganmu.” Keduanya saling berpelukan.

Andreas dan Tina kebingungan tidak melihat Bagas di tengah-tengah mereka.

“Di mana Bagas, kenapa tidak ada di sini?”

Lihat selengkapnya