Setelah sampai rumah aku baring dikasur. Tampa sadar aku tersenyum karna mengingat tingkah konyol bima. Aku terbayang gimana bima jahilin aku, gimana bima memberikan perhatian ntah memang perhatian atau hanya perasaanku saja. Pada saat mengingat semua hal tentang bima dadaku rasanya hangat dan badanku kayak lebih bersemangat.
***
Nyaman itu ternyata berbahaya. Karena nyaman bikin kamu lupa kalau rsa seperti itu akan membuat kecewa jika tidak mendapatkannya. Kita akan selalu mencari rasa tersebut sampai kita lupa kalau rasa nyaman tersebut bakal sangat menyakitkan jika itu sudah berlebihan dan akan berujuk pada ketergantungan secara emosional.
Bulan berlalu bima dan aku setiap minggu selalau bertemu di perpus di ujung desa . Dan kami juga bertukar wa. Bima selalau jahilin aku jika bertemu di perpus dan aku bakal balas jahilin bima di wa.
" Bima bima kamu suka ya sama aku, kata orang orang jika cowok sering jahilin kita tandanya dia suka 🤭" aku tertawa ngakak setelah mengirim pesan itu.
" Diih pede sekali, siapa juga yang mau sama cewek galak kayak kamu ". Balas bima ngak mau kalah.
" Kamu lah, kamu kan suka sekali jahilin aku di perpus. Kamu nyaman ya sama aku, senagya dekat aku 🤭😋.
" idihh.. pede sekali, orang aku hanya gabut makanya jahilin kamu 😒😏. Jawab bima
" Ya udah deh kalau gitu, besok aku ngak ke perpus lagi 😌".
" eeehh jangan dong, masak aku sendirian baca buku. Nanti aku di godain princes di buku dongeng emang kamu mau 😏".
aku terkekh membaca pesan bima yang konyol " hahaha terserah kamu aja deh, kalau princesnya mau kan bagus tu biar kamu nggak ganggu aku lagi 🤭🤣🤣".
" Diih, kan princesnya kamu 😏🤫".