KAMU SUDAH MATI, AKU BELUM!

ken fauzy
Chapter #1

Bab 1. RUMAH SAKIT TUA

Jam 2 dini hari.

Sebuah rumah sakit yang berlokasi di pinggiran kota tampak sepi. Tak ada orang yang berlalu-lalang. Tak terlihat juga aktivitas pengobatan. Semua tampak lengang. Angin kencang bertiup menggoyangkan dahan-dahan dari pohon-pohon besar di sekitar rumah sakit yang umurnya sudah lebih tua dari keberadaan rumah sakit itu sendiri, menebar hawa dingin ke dalam lorong-lorong sunyi, bangsal-bangsal sepi. Suaranya bergemuruh, bergemerisik. Malam yang sepi ditambah angin gemuruh dingin bukanlah hal yang menyenangkan untuk dinikmati di sebuah rumah sakit tua.  

Seorang perawat pria yang berjaga di ruang gawat darurat merapatkan jaketnya. “Malam ini berasa lebih dingin dan sepi ya Pak,” ujarnya pada seorang satpam yang berjaga bersamanya. “Ho’oh, padahal biasanya ada aja yang masuk IGD,” balas satpam. “Wah jadi Bapak ngarepin ada orang yang sakit nih?” seloroh perawat pria. “Ya bukan begitu sih Mas, tapi kalau ga ada yang sakit, ‘ntar situ ga digaji,” cengir pak satpam. Perawat pria itu tertawa.

Srek!

Perawat pria yang sedang tertawa itu mendadak diam, lalu menatap satpam. “Suara apaan ‘tu Pak? Bapak denger ‘kan?” bisiknya. Satpam itu mengangguk seraya berkata dengan sedikit gugup, “Udah Mas biarin … masing-masing aja.”

Srek! 

Suaranya terdengar lagi.

“Kayak suara langkah kaki, ayo kita cek Pak,” ajak perawat pria itu. “Hah, ngecek? Yang bener aja Mas,” ragu pak satpam. “Siapa tau pasien yang butuh bantuan, atau ada yang lagi jalan-jalan,” kata perawat pria mengambil senter. “Busyet, mana ada sih Mas pasien jam dua malam jalan-jalan,” sanggah pak satpam. “Ya kali bosen di kamar pengen cari angin segar,” cengir perawat pria. Satpam itu tampak ragu. “Kenapa Pak?” tanya perawat pria. “Suara kayak gitu di sini mah udah sering … namanya juga rumah sakit tua … tapi sama kita-kita dicuekkin aja,” jelas pak satpam mencoba memberi cerita seram agar tidak perlu mengecek.

Srek!

“Suaranya ga jauh Pak, kayaknya di lorong menuju kamar pasien, ayo Pak!” ajak perawat pria itu menyalakan senternya lalu keluar ruangan menuju lorong meninggalkan satpam yang bimbang. Satpam itu mendengus karena ceritanya ternyata tidak mempengaruhi si perawat pria. “Dasar orang baru!” gumamnya sebal lalu menyusul perawat pria itu.

Di lorong rumah sakit.

Keadaannya sepi. Satpam itu mendekati perawat pria yang sedang menengok ke kiri ke kanan. “Ga ada siapa-siapa Pak,” bisik perawat pria. “Ya elah Mas, kayak ga apal kebiasaan setan aje … dari jauh kedenger suara, pas kita deketin kagak ada apa-apa, eh tau-tau dari belakang krrrrkkkk,” sahut pak satpam memeragakan orang yang dicekik.

Srek!

“Ssssttt,” cetus perawat pria membuat satpam itu terdiam. “Suaranya bukan dari lorong menuju kamar pasien, tapi ternyata berasal dari ujung lorong menuju kamar mayat itu Pak,” tunjuk perawat pria pada ujung lorong yang tampak temaram suram.

Satpam itu terlihat lemas. “Haduh … mending kita balik aja yuk Mas ke tempat jaga lagi … di ujung lorong sono mah emang angker,” jelasnya. “Tapi saya penasaran,” gumam perawat pria.

Lihat selengkapnya