Blurb
Aku tidak lahir dalam keadaan patah.
Aku dipatahkan. Pelan-pelan, oleh tangan yang seharusnya melindungi, oleh kata-kata yang seharusnya menenangkan, oleh diam yang ternyata lebih kejam dari pukulan mana pun.
Kanvas Bekas Luka adalah memoar tentang kekerasan yang tumbuh di dalam rumah sendiri, pengkhianatan dari dalam keluarga sendiri, dan bertahun-tahun berpura-pura baik-baik saja di depan orang lain, sementara di dalam, aku cuma sedang belajar satu hal: cara untuk tidak mati.
Ini bukan fiksi. Ini ditulis dari ingatan yang tidak pernah benar-benar sembuh, tentang kehilangan yang datang beruntun dan tidak pernah memberi waktu untuk pulih di antaranya. Beberapa nama dan detail kuubah demi privasi. Tapi rasa sakitnya tidak pernah kuubah sedikit pun. Itu tetap nyata. Selalu nyata.
Peringatan konten: memoar ini membahas kekerasan fisik dan verbal dalam keluarga, kekerasan seksual, manipulasi dan grooming, ideasi bunuh diri, serta kehilangan yang datang beruntun dan pengkhianatan dari dalam keluarga sendiri. Baca dengan hati yang terbuka, dan berhenti kapan pun kalau kamu perlu.