Kapal Pecah: Aku, Teman Kecilku, dan Ibu NPD-nya

Woman in Hat
Chapter #17

Epilog

Sebulan setelah mereka pulang.

Hidupku berjalan normal, seperti biasanya sebelum ada mereka.

Aku masih selalu merindukan anak-anak.

Tapi tidak apa-apa.

 

Malam itu, aku iseng membuka Facebook lagi setelah sekian lama.

Jariku berhenti di beranda.

 

Ada postingan dari Mbak Dina.

 

1

[Foto: Zaydan tertawa, duduk di kursi teras rumah Ibu]

Caption: “Anak bayi ini baik banget, suka minta maaf duluan.”

 

Aku terdiam. Teringat saat Zaydan tidak sengaja menendang piring Mbak Dina sampai rujaknya tumpah ke lantai. Mbak Dina langsung marah sambil membentak, “Ayo, minta maaf!” Dia balas marah juga, “... kenapa nggak dipinggirin,”

 

Scroll lagi.

 

2

[Foto: Donat meses warna-warni di piring]

Caption: “Anak-anak dibeliin donat ginian nggak doyan. Bilangnya nggak enak. Biasanya donat DD sih.

 

Aku teringat saat Ibu membelikan anak-anak martabak dan donat di Mbak Yati, pedagang keliling.

Zaydan langsung minta disuapi. Zayyan juga doyan kok.

 

Scroll lagi.

 

3

Lihat selengkapnya