Kapitalis world

Duroh
Chapter #7

Bab 7 - Api dalam Diri


Langit masih gelap ketika N membuka mata. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ia tidak langsung mengenakan seragam pabrik. Ia duduk di tepi ranjang.

Tatapannya tertuju pada sebuah buku tua yang tergeletak di atas meja. Buku itu berisi catatan penelitiannya.

Selama bertahun-tahun, buku itu hanya menjadi pengingat akan kegagalannya.

Kini...

ia melihatnya sebagai sesuatu yang berbeda.

Mungkin...

sebuah awal.

Di pabrik, semuanya berjalan seperti biasa.

Sirene berbunyi.

Mesin menyala.

Robot bergerak.

Pekerja mengelap debu.

Namun bagi N, tak ada lagi yang terasa sama.

Kini ia mengetahui fungsi sebenarnya dari mesin yang selama ini ia rawat.

Setiap baut yang ia kencangkan.

Setiap pipa yang ia bersihkan.

Setiap suhu yang ia jaga.

Semuanya membantu mempertahankan sistem yang membuat miliaran manusia bergantung pada segelintir konglomerat.

Tangannya berhenti sejenak ketika mengusap panel pendingin.

"Aku sedang merawat penjara..."

Pikiran itu terus menghantuinya.

Sore harinya, N kembali ke gudang bawah tanah.

Kali ini bukan hanya Ron dan Xa yang hadir.

Ruangan dipenuhi papan tulis.

Peta.

Sketsa mesin.

Buku-buku teknik.

Bahkan beberapa komputer tua yang sama sekali tidak terhubung ke jaringan global.

Ron tersenyum melihat N datang membawa tas lusuh.

"Kau membawa sesuatu?"

N mengeluarkan buku catatannya.

Ruangan langsung hening.

Ron menerimanya dengan kedua tangan, seolah menerima benda yang sangat berharga.

Ia membuka beberapa halaman.

Matanya membesar.

"Ini tulisan tangan..."

N mengangguk.

"Semua rancangan awal penelitianku."

Ron memanggil anggota lain.

"Semua ke sini."

Beberapa orang segera mengelilingi meja.

Seorang mantan insinyur membaca halaman demi halaman.

"Ya Tuhan..."

"Diagram seperti ini sudah tidak pernah ada."

Seorang mantan pustakawan mengusap perlahan kertas yang mulai menguning.

"Anak-anak sekarang bahkan tidak diajarkan membaca gambar teknik manual."

Xa memandangi N.

"Kau menyimpan semua ini sendirian?"

N mengangguk pelan.

"Aku takut suatu hari semuanya dihapus."

Ron tersenyum tipis.

"Ternyata ketakutanmu menyelamatkan kita."

Malam itu menjadi malam pertama setelah belasan tahun N kembali berdiskusi tentang ilmu.

Bukan untuk memenuhi target perusahaan.

Bukan untuk mengejar keuntungan.

Melainkan untuk memahami dunia.

Papan tulis tua segera dipenuhi coretan.

N menggambar struktur pusat kendali Atlas Industries.

Ron menambahkan jalur distribusi pangan.

Seorang petani menjelaskan bagaimana desa-desa masih mampu menghasilkan benih tanpa rekayasa korporasi.

Seorang mantan dokter menerangkan hubungan distribusi energi dengan rumah sakit.

Mereka berdebat.

Lihat selengkapnya