Kapitalis world

Duroh
Chapter #8

Bab 8 - Pengkhianatan


Hujan belum berhenti selama tiga hari.

Air mengalir di sela-sela jalan beton yang retak, membawa debu industri menuju sungai-sungai yang telah lama kehilangan ikan.

Kota tampak lebih muram daripada biasanya.

Namun bukan cuaca yang membuat suasana berubah.

Melainkan pengumuman yang muncul di setiap layar publik.

PERINGATAN KEAMANAN NASIONAL

Terdeteksi aktivitas kelompok penyebar informasi ilegal.

Laporkan setiap kegiatan membaca, penyimpanan buku fisik, atau pertemuan tanpa izin.

Pelapor akan memperoleh tambahan kuota pangan selama tiga bulan.

Orang-orang hanya melihat sekilas.

Lalu berjalan lagi.

Di dunia yang lapar, tiga bulan jatah makanan jauh lebih berharga daripada kesetiaan kepada orang lain.

N menatap layar itu cukup lama.

Ia tahu.

Seseorang sedang diburu.

Dan kemungkinan besar...

mereka.

Malam itu gudang terasa lebih ramai.

Ron menggelar peta di atas meja.

"Kita harus memindahkan koleksi buku."

"Kenapa?" tanya salah seorang anggota.

"Lokasi ini terlalu sering digunakan."

Xa mengangguk.

"Dua hari terakhir ada drone yang berputar tiga kali di atas kawasan ini."

Seorang pria muda bernama Dam ikut berbicara.

"Mungkin hanya patroli biasa."

Ron menggeleng.

"Di dunia sekarang..."

"...tidak ada yang namanya kebetulan."

N memperhatikan suasana.

Semua orang tampak tegang.

Bahkan canda kecil yang biasanya terdengar kini menghilang.

Diskusi baru berlangsung sekitar tiga puluh menit ketika lampu minyak tiba-tiba padam.

Ruangan langsung gelap.

Semua terdiam.

Lalu...

Suara dengungan terdengar dari luar.

Bukan satu.

Melainkan puluhan.

Xa berdiri seketika.

"Drone."

Ron mematikan senter yang baru saja dinyalakan.

"Semua diam."

Dengungan semakin dekat.

Kemudian...

BRAK!

Pintu gudang dihantam sesuatu dari luar.

Disusul suara pengeras elektronik.

Perhatian.

Bangunan ini telah dikepung oleh Divisi Keamanan R Industries.

Keluar dengan tangan terangkat.

Perlawanan akan dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas publik.

Tak seorang pun bergerak.

N merasakan jantungnya berdetak sangat keras.

Ron menoleh ke seluruh ruangan.

"Protokol Abu."

Semua anggota langsung bergerak.

Tak ada kepanikan.

Seolah mereka telah berlatih berkali-kali.

Beberapa orang membawa buku.

Yang lain mengambil kotak-kotak berisi benih.

Seseorang membuka lantai kayu.

Di bawahnya terdapat lorong sempit.

N baru menyadari...

Gudang ini memiliki jalan keluar rahasia.

Belum sempat mereka masuk ke lorong, terdengar ledakan kecil.

Pintu depan jebol.

Cahaya senter memenuhi ruangan.

Suara sepatu bot bergema.

"Jangan bergerak!"

Ron berteriak,

"Masuk!"

Satu per satu anggota kelompok turun ke lorong.

N membantu mengangkat beberapa buku terakhir.

Tiba-tiba...

Seseorang menarik lengannya.

"Pak N!"

Dam.

"Jalan ini sudah tertutup!"

"Apa?"

Lihat selengkapnya