Karanlık Sevda - Sebuah Kesepakatan

Erika Hasan
Chapter #13

Dalam Gelap

Pesan yang baru saja ia baca di ponsel telah hilang dari layar, namun gema percakapan singkat itu masih berputar di kepalanya.

Nilüfer menyebut soal suasana kantor, perjalanan wisata, dan hal-hal ringan yang biasanya membuat Almira tersenyum. Tapi hari ini tidak.

Ia menutup ponselnya dan hanya menatap keluar jendela. Senja turun perlahan, mewarnai Bosphorus dengan semburat emas kemerahan yang keindahannya tampak jauh darinya.

Dua hari ia tidak turun untuk sarapan. Dua hari ia mengurung diri di kamar, menciptakan jarak yang bahkan ia sendiri tidak tahu bagaimana menjembatani.

Hari pertama ia berbohong karena tidak enak badan. Hari kedua karena bangun kesiangan. Padahal keduanya hanya alasan untuk tidak bertemu Erdoğan.

Ia tidak tahu kenapa ia bersikap begitu. Mungkin karena wajah penuh kemarahan pria itu masih membayang di matanya saat ia mengucapkan satu kata.

Menjijikkan.

Baru dua hari, tapi ia merasa telah hidup dalam ketakutan berminggu-minggu.

Almira mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan.

Sampai kapan?

Mereka tinggal satu rumah. Makan di ruangan yang sama. Bernapas di udara yang sama. Berapa lama ia bisa terus menghindar?

Pandangannya kembali turun pada ponsel di genggamannya. Ia mengetik pelan.

Almira: Kutunggu di Ruby. Kutraktir makan malam.

Saat temannya itu membalas "Yeay!" dengan riang, ia tahu ia butuh jeda. Ia butuh seseorang yang bisa membuatnya kembali hidup normal, walau hanya satu jam.

***

Lihat selengkapnya