Setengah jam lebih Almira mengemudi sebelum akhirnya tiba di jalan Kemeralti, Karaköy. Dari balik kaca depan, ia langsung melihat lampu biru-merah kendaraan polisi berkedip di depan hotel.
Jantungnya berdegup lebih cepat.
Ia memarkirkan mobil di tepi jalan, lalu turun.
Almira mendekat perlahan. Suara gumaman para tamu saling tumpang tindih. Ketika ia memasuki lobi, suasana di dalam tak kalah kacau. Para tamu duduk di sofa, bergerombol di sudut-sudut ruangan, berbisik penuh rasa ingin tahu.
Dari salah satu kerumunan ia mendengar percakapan berbahasa Inggris.
"Let's change hotels."
(Ayo kita ganti hotel saja.)
"Why would he do it here?"
(Mengapa dia melakukannya di sini?)
Bahasa Inggris mereka jelas dan lugas, aksen Amerika. Almira tidak tahu apa maksudnya, tetapi ia tidak berhenti untuk mencari tahu. Ia punya tujuan lain.
Namun setelah tiba di sini, ia justru kebingungan.
Lalu apa?
Ia bahkan tidak tahu nama pria yang dicarinya. Menunggu seharian di lobi terasa mustahil.
Ia sedang berpikir keras ketika sebuah tepukan di bahu membuatnya tersentak. Ia berbalik cepat. Seorang pria tinggi dengan jaket kulit hitam berdiri di sana. Wajahnya tampak kusut, seperti kurang tidur.
"Apa kau tamu di sini?" tanyanya ketus.
"Bukan. Maksudku... ya. Aku ingin reservasi," jawab Almira, sama sinisnya.
"Meja resepsionis di sana." Ia menunjuk ke belakang dengan gerakan ibu jari yang malas. "Kalau mau reservasi, tidak perlu bingung berkeliaran begini."
Nada suaranya membuat Almira panas.
"Aku tahu di mana meja resepsionis," jawabnya tajam sebelum berbalik.
Saat ia berjalan pergi, ia masih bisa mendengar pria itu mendengus, "Orang kaya... sama saja. Cık cık."
Mood Almira seketika hancur. Ia keluar lobi dan berdiri dekat pintu masuk, memijat pelipisnya. Di sampingnya, sepasang pengunjung paruh baya berbicara pelan.
"This used to be a good hotel. Such a shame."
(Ini hotel yang bagus. Sungguh disayangkan)
"Yeah... that young man shouldn't have done that. At least not here."
(Iya... lelaki muda itu seharusnya tidak melakukan hal itu. Setidaknya, jangan di tempat ini)
Almira menoleh, penasaran. Ia mendekati mereka dengan sopan.
"Hi... sorry to bother you, but can you tell me what's happening here?"
(Permisi... maaf mengganggu, tapi bolehkah Anda memberitahu apa yang sedang terjadi di sini?)
Pasangan itu saling pandang.
"Are you staying here?" tanya sang wanita.
(Apakah Anda menginap di sini?)
"No, not yet. I was planning to make a reservation, but... it seems something happened."
(Belum. Tadinya saya berniat melakukan reservasi, tapi... sepertinya telah terjadi sesuatu)
Sang pria menghela napas. "A guest committed suicide. Or maybe it was murder. We're not sure."
(Seorang tamu bunuh diri. Atau mungkin pembunuhan-kami belum yakin)