Karanlık Sevda - Sebuah Kesepakatan

Erika Hasan
Chapter #49

Poros Kedua

Pagi di Çamlıca selalu terasa lebih tenang dibandingkan pusat kota. Kabut tipis masih menggantung di antara pepohonan pinus ketika rapat mingguan Yaşaran Holding dimulai.

Ruang rapat di lantai dua rumah utama telah dipersiapkan sejak pagi. Meja kayu panjang membentang di tengah ruangan, dipenuhi map laporan dan tablet yang sudah menyala. Tak seorang pun datang untuk berbasa-basi.

Osman Yaşaran duduk di kursi paling ujung. Di sisi kanannya, direktur keuangan mulai membacakan laporan. Direktur operasional membuka berkas proyek yang sedang berjalan, sementara CEO perusahaan duduk tenang menunggu giliran berbicara.

Semuanya berlangsung seperti biasa.

Keuntungan perusahaan naik.

Beberapa proyek baru berjalan sesuai rencana.

Tidak ada investasi besar yang mengalami kerugian.

Tidak ada masalah yang cukup penting untuk mengganggu arah bisnis Yaşaran Holding.

Osman mendengarkan tanpa banyak komentar. Sesekali ia mengangguk pendek sebelum memberi isyarat agar laporan berikutnya dilanjutkan.

Baru ketika direktur keuangan mengganti halaman presentasi, suasana rapat berubah sedikit.

"Ada satu hal lagi yang perlu kami laporkan, Başkanım."

Osman mengangkat pandangan.

"Beberapa aset perusahaan di luar negeri dipindahkan ke sebuah perusahaan baru," lanjut direktur keuangan.

"Aset apa?"

"Hanya sebagian kecil," jawab direktur keuangan cepat. "Nilainya tidak besar dan tidak mengurangi kepemilikan Yaşaran Holding."

"Lalu kenapa harus dilaporkan?"

"Karena perusahaan barunya bukan milik Yaşaran Holding."

Ruangan mendadak sunyi.

Direktur keuangan melanjutkan dengan hati-hati.

"Perusahaan itu bernama Arven Holding. Terdaftar di Luxembourg."

Nama itu tidak berarti apa-apa bagi sebagian besar orang yang duduk di ruangan itu. Namun bagi Osman, nama baru selalu berarti seseorang sedang membangun sesuatu.

"Untuk apa perusahaan itu?"

"Secara resmi untuk mengelola beberapa investasi luar negeri," jawab CEO. "Strukturnya sah secara hukum dan cukup lazim digunakan perusahaan multinasional."

Lihat selengkapnya