
08.37
Lantai tiga puluh delapan Yaşaran Tower selalu lebih sunyi dibanding lantai-lantai lain. Dari balik dinding kaca yang membentang dari lantai hingga langit-langit, Istanbul terlihat jauh di bawah sana. Bosphorus membelah kota seperti pita keperakan, sementara deretan gedung dan jalan raya tampak kecil, seolah seluruh kota bisa diatur hanya dengan satu keputusan dari ruangan itu.
Namun pagi ini Erdoğan sama sekali tidak memandang ke luar.
Di hadapannya terbuka puluhan berkas digital yang telah memenuhi layar laptop sejak satu jam terakhir.
Enam tahun lalu ia menerima laporan kecelakaan itu tanpa mengajukan pertanyaan. Ada beberapa bagian yang terasa janggal, tetapi tidak cukup untuk membuatnya menentang keputusan yang sudah diambil.
Saat itu ia tidak menuduh siapa pun.
Kini semuanya terasa berbeda.
Sejak mengetahui Almira pernah disekap di rumah tua di Ormanlı Yolu, jalan yang sama kembali muncul dalam pikirannya berkali-kali. Terlalu sering untuk disebut kebetulan.
Yang belum ia miliki hanyalah bukti yang bisa berdiri di meja dewan.
Sebagai Vice Chairman sekaligus Direktur Ekspansi Global Yaşaran Holding, ia memiliki kewenangan meminta seluruh dokumen yang berkaitan dengan akuisisi perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Permintaan seperti itu bukan hal aneh. Tidak akan menimbulkan pertanyaan.
Ia mengirim instruksi singkat ke divisi Legal & Compliance.
Full acquisition file – Anadolu Property A.Ş.
(sebelumnya Hacıoğlu Property A.Ş.)
Seluruh dokumen akuisisi Anadolu Property A.Ş., termasuk seluruh korespondensi sebelum penandatanganan.
Beberapa menit kemudian berkas-berkas mulai berdatangan.
Surat pernyataan minat membeli perusahaan.
Laporan pemeriksaan aset.
Hasil penilaian nilai perusahaan.
Risalah rapat direksi.
Erdoğan membaca semuanya dengan cepat.
Durasi negosiasi: 42 hari.
Ia menyandarkan tubuhnya ke kursi.
Perusahaan sebesar Hacıoğlu Property—sebelum berganti nama menjadi Anadolu Property—memiliki puluhan aset dan struktur kepemilikan keluarga yang cukup rumit. Akuisisi sebesar itu biasanya memakan waktu berbulan-bulan.
Empat puluh dua hari terasa terlalu singkat.
Ia membuka urutan proses negosiasi.
Semakin jauh ia membaca, semakin jelas bahwa hampir setiap tahapan dipercepat.
Pemeriksaan aset diselesaikan lebih cepat dari jadwal.
Penilaian risiko direvisi sebelum seluruh data masuk.
Bahkan persetujuan akhir diminta sebelum seluruh evaluasi selesai.
Seolah seseorang terburu-buru ingin menutup transaksi itu.
Di tengah dokumen, satu lembar persetujuan membuat jemarinya berhenti.
Strategic Acceleration Authorization (Persetujuan Percepatan Strategis)
Di bawah judul itu, satu baris alasan resmi:
"Reputational Containment."
(Pengendalian Reputasi)
Erdoğan membacanya dua kali, alisnya sedikit berkerut.
Istilah tersebut tidak asing baginya, tetapi hampir tidak pernah digunakan dalam pembelian perusahaan properti.
Biasanya alasan itu muncul ketika sebuah perusahaan sedang menghadapi skandal besar, gugatan publik, atau ancaman terhadap nama baik perusahaan.
Namun Hacıoğlu Property bukan perusahaan publik.
Tidak ada perkara hukum yang sedang berjalan.
Tidak ada pemberitaan buruk.
Lalu reputasi siapa yang perlu dilindungi?
Otorisasi itu menggunakan satu mekanisme.
Executive Override.
Persetujuan yang ditandatangani melalui jalur khusus yang hanya bisa digunakan oleh Chairman.
Dan dalam sepuluh tahun terakhir, mekanisme itu hanya digunakan dua kali. Salah satunya untuk akuisisi ini.
Ia membuka email Chairman minggu yang sama.
"Finalisasi sebelum akhir kuartal. Tidak ada eskalasi eksternal."
Tidak ada penjelasan tambahan.
Tidak ada alasan strategis.
Hanya perintah.
Ia terus membaca hingga menemukan bagian relokasi keluarga pemilik lama.
Seluruh keluarga dipindahkan ke Amerika Serikat.
Visa investor diurus perusahaan.
Rumah baru dibelikan melalui perusahaan perantara.
Bahkan mereka diwajibkan menandatangani perjanjian kerahasiaan dengan denda yang nilainya jauh lebih besar daripada yang lazim digunakan dalam transaksi bisnis biasa.