Karanlık Sevda - Sebuah Kesepakatan

Erika Hasan
Chapter #51

Panggung Dua Sisi

Notifikasi dari Divisi Legal & Compliance jarang menarik perhatian Osman Yaşaran. Sebagian besar hanya berisi laporan rutin yang bahkan tak perlu ia baca sendiri.

Pagi itu, sekretaris eksekutifnya meletakkan sebuah tablet di atas meja.

"Ada permintaan arsip dari Vice Chairman, Bey."

Osman tidak langsung mengangkat kepala. Ia masih menandatangani beberapa dokumen sebelum akhirnya bertanya pelan,

"Arsip apa?"

"Berkas akuisisi Anadolu Property A.Ş. Lengkap. Termasuk surat-menyurat sebelum proses pembelian dan persetujuan direksi."

Baru kali itu tangannya berhenti. Ia mengambil tablet, membaca permintaan tersebut tanpa mengubah ekspresi.

Hanya satu kalimat.

Full acquisition file.

Tidak ada alasan. Tidak ada catatan tambahan.

Beberapa detik kemudian ia mengembalikan tablet itu.

"Penuhi sesuai prosedur."

"Baik, Bey."

Sekretarisnya pergi.

Ruangan kembali sunyi.

Osman berdiri dan berjalan ke arah jendela. Bosphorus terbentang tenang di bawah sana.

Ia mengenal putranya terlalu baik. Erdoğan tidak pernah meminta sesuatu hanya karena penasaran.

Kalau ia meminta arsip lama, berarti ada sesuatu yang sedang ia susun.

Namun selama semua permintaan itu masih dilakukan melalui jalur resmi perusahaan, tidak ada alasan baginya untuk menghentikannya.

Justru sebaliknya.

Ia mengambil ponsel pribadinya.

"Saya ingin makan siang hari ini," katanya singkat setelah sambungan terhubung.

"Tempat biasa."

***

Restoran itu tidak pernah ramai. Sebagian besar tamunya adalah pebisnis yang lebih menyukai percakapan tenang daripada perhatian publik.

Dua komisaris independen sudah menunggu ketika Osman tiba. Mereka berbicara tentang kondisi pasar, proyek baru, dan suku bunga. Percakapan mengalir ringan sampai hidangan utama diantar. Barulah Osman meletakkan sendoknya.

"Saya sedang mempertimbangkan memperkuat fungsi audit internal."

Salah seorang komisaris menatapnya. "Untuk proyek baru?"

"Bukan." Osman menggeleng pelan. "Perusahaan sebesar ini sebaiknya sesekali meninjau kembali keputusan-keputusan lama. Bukan karena ada masalah, tetapi agar kita tidak pernah terlihat menutup mata."

Lihat selengkapnya