09.38
Ruang rapat utama Yaşaran Holding berada di lantai tertinggi Yaşaran Tower di Levent. Dinding kaca dari lantai ke langit-langit menghadap Bosphorus di kejauhan. Tirai setengah tertutup membuat cahaya pagi masuk dengan lembut, menciptakan suasana yang tenang sekaligus formal.
Di tengah ruangan, meja kayu gelap membentang panjang. Seluruh kursi telah terisi sebelum rapat dimulai. Tidak ada yang datang terlambat.
Osman Yaşaran duduk di ujung meja sebagai Chairman. Wajahnya tenang seperti biasa. Di sisi kanannya, beberapa direktur utama membuka berkas masing-masing.
Erdoğan Yaşaran duduk dua kursi di sebelah kanan. Tidak berhadapan. Tidak pula berdampingan.
Sekretaris dewan membuka rapat dengan agenda rutin.
Laporan keuangan kuartalan.
Perkembangan proyek di Eropa Timur.
Pergerakan nilai tukar.
Satu demi satu dipresentasikan tanpa hambatan berarti. Angka-angka muncul di layar, berganti dengan grafik dan ringkasan laporan. Semuanya berjalan seperti rapat dewan pada umumnya.
Baru ketika sekretaris membuka agenda tambahan, beberapa kepala perlahan terangkat.
"Ada satu usulan tambahan dari Vice Chairman." Ia melihat catatannya sejenak. "Independent Historical Governance Review."
Ruangan mendadak lebih sunyi.
Erdoğan tidak langsung berbicara. Ia membiarkan semua perhatian beralih kepadanya terlebih dahulu.
"Saya mengajukan pembentukan Independent Historical Governance Review, sebagai peninjauan oleh pihak independen terhadap proses pengambilan keputusan strategis di masa lalu," jelas Erdoğan seraya merapatkan map di depannya. "Untuk memastikan tata kelola perusahaan tetap memenuhi standar yang diharapkan regulator dan mitra internasional."
Beberapa anggota dewan saling bertukar pandang. Seorang komisaris senior lebih dulu membuka suara.
"Apakah ada sesuatu yang perlu kami khawatirkan?"
"Tidak," jawab Erdoğan tanpa ragu. "Justru karena tidak ada masalah yang terlihat, kita memiliki kesempatan untuk memastikan semuanya benar-benar bersih."
Jawaban itu terdengar sederhana. Namun cukup untuk membuat beberapa orang mulai berpikir.
Osman akhirnya bersandar pelan di kursinya.
"Saya tentu mendukung tata kelola yang baik," kata Osman sambil melipat kedua tangannya di atas meja. "Itulah sebabnya saya sendiri telah mengusulkan penguatan fungsi audit perusahaan."
Osman menatap Erdoğan. "Namun perusahaan ini telah diaudit setiap tahun, baik oleh auditor internal maupun auditor independen."
Ia menoleh ke arah Direktur Keuangan. "Selama ini pernah ada temuan yang mengkhawatirkan?"
"Tidak ada, Başkanım."
Jawaban itu datang cepat.
Osman kembali menghadap seluruh anggota dewan.
"Karena itu saya ingin memahami, apa kebutuhan yang belum dapat dijawab oleh mekanisme yang sudah kita miliki?"