11.18
Ruang rapat telah kosong hampir dua puluh menit ketika Erdoğan kembali ke ruang kerjanya di lantai tiga puluh delapan.
Ia menutup pintu perlahan, meletakkan map di atas meja, lalu membiarkan keheningan memenuhi ruang kerjanya. Ekspresinya tetap datar. Tidak ada tanda kecewa ataupun lega. Kemenangan bukan tujuan rapat dewan tadi. Yang ia perlukan hanyalah satu langkah awal yang kini telah tercatat secara resmi.
Dengan tenang ia melepas jas, menggantungnya di sandaran kursi, lalu menyalakan kembali laptop yang masih terbuka sejak pagi.
Kotak masuknya telah dipenuhi ringkasan rapat dan notulen sementara dari sekretaris dewan.
Ia melewatinya.
Yang ia buka justru sebuah korespondensi lama dengan firma hukum di Zürich. Percakapan itu telah dimulai beberapa bulan sebelumnya, ketika ia meminta pendapat mengenai kesiapan struktur tata kelola Yaşaran Holding jika suatu hari harus menghadapi pemeriksaan lintas yurisdiksi.
Kini, tahap konsultasi itu telah selesai.
Erdoğan membaca kembali draf surat yang telah disiapkannya.
"We are prepared to proceed with the engagement as previously discussed. Please initiate the independent historical governance review under the agreed cross-border governance framework. Effective immediately."
Dengan surat itu, ia meminta firma hukum tersebut mengaktifkan penugasan yang sebelumnya hanya berada pada tahap konsultasi awal, sekaligus menyiapkan kerangka evaluasi independen sesuai mekanisme yang telah mereka sepakati.
Tidak ada penjelasan. Tidak ada pembelaan. Hanya keputusan yang harus segera dijalankan.
Bersama surat itu, ia melampirkan tiga dokumen yang telah disiapkannya jauh sebelum rapat dewan berlangsung: ruang lingkup penugasan, pemetaan yurisdiksi perusahaan, serta surat otorisasi yang ditandatanganinya sebagai Vice Chairman.
Jam di sudut layar menunjukkan pukul 11.27.
Ia memeriksa kembali seluruh lampiran satu kali terakhir. Lalu menekan tombol Send.
Beberapa detik kemudian balasan otomatis masuk.