08.45 - Lima hari kemudian.
Lift berhenti di lantai tiga puluh dengan bunyi pelan.
Dua pria keluar lebih dulu, disusul seorang perempuan yang membawa tas kerja kulit berwarna hitam. Ketiganya mengenakan jas berpotongan sederhana tanpa atribut apa pun yang mencolok.
Di meja resepsionis Divisi Legal & Governance, pria tertua mengeluarkan sebuah map tipis.
"Kami memiliki janji dengan General Counsel."
Resepsionis memeriksa daftar tamu, lalu mengangguk sopan.
"Silakan menunggu sebentar."
Tak lama kemudian, pintu kaca terbuka. Seorang pria berkacamata menyambut mereka.
"Selamat pagi. Saya Serkan Aldur."
General Counsel Yaşaran Holding itu menjabat tangan mereka satu per satu.
Pria tertua memperkenalkan diri.
"Fatih Öztürk. Partner di Öztürk & Aksoy Law Office." Ia menyerahkan kartu namanya. "Kami ditunjuk sebagai local counsel untuk mewakili Keller & Brunner Rechtsanwälte AG selama proses pengumpulan dokumen di Turki."
Kalimat itu diucapkan dengan nada datar, seolah hanya bagian dari prosedur biasa. Namun setelahnya, tak seorang pun langsung berbicara.
Serkan menerima surat penunjukan yang disodorkan kepadanya. Di bawah kop surat Keller & Brunner, tertera tanda tangan elektronik serta nomor penugasan resmi.
Tak ada satu pun prosedur yang terasa tidak lazim. Justru semuanya terlalu rapi.
"Tugas kami hanya memverifikasi kelengkapan dokumen sebelum seluruh berkas dikirim ke Zürich," lanjut Fatih.
Serkan mengangguk. "Tentu." Ia menekan tombol interkom. "Tolong panggil tim Document Control."
Kurang dari sepuluh menit kemudian, ruang arsip mulai hidup. Rak-rak penyimpanan dibuka. Kotak-kotak dokumen dikeluarkan satu demi satu.
Daftar permintaan tahap pertama sebenarnya tidak panjang.
Notulen rapat dewan.
Keputusan Executive Override.
Struktur kepemilikan perusahaan.
Dokumen pembentukan entitas anak.
Log perubahan tata kelola.
Semua terdengar administratif. Semua tampak biasa. Para staf bekerja tanpa banyak bertanya. Bagi mereka, ini hanyalah satu lagi permintaan dokumen dari penasihat hukum perusahaan.
Tak seorang pun mengetahui bahwa setiap lembar yang kini mereka pindai akan menjadi bagian dari kepingan teka-teki yang sedang disusun ribuan kilometer dari Istanbul.
Menjelang tengah hari, Fatih memeriksa kembali daftar dokumen yang telah diterimanya. Satu per satu ia memberi tanda centang.