Zürich
Dokumen klarifikasi dari Istanbul tiba tiga hari sebelumnya. Setelah diverifikasi oleh local counsel, seluruh berkas diteruskan ke kantor pusat Keller & Brunner di Zürich.
Siang itu, ruang rapat lantai tiga kembali dipenuhi tumpukan dokumen. Karl Gassner berdiri di depan layar besar. Di belakangnya, tiga associate telah membuka berkas masing-masing.
"Kita berhenti menganggap ini sebagai transaksi," katanya sambil membuka map pertama yang ia pegang. "Mulai sekarang, kita mencari apa yang terjadi sebelum transaksi itu lahir."
Tak seorang pun yang bertanya. Mereka sudah memahami arah penyelidikan.
Karl kembali duduk dan membuka dokumen pertama.
Memorandum dasar penggunaan Executive Override.
Di dalamnya terdapat briefing paper, memorandum internal, serta rekomendasi yang diajukan kepada Chairman sebelum kewenangan khusus itu digunakan.
Karl membacanya satu per satu.
Tidak ada yang aneh. Setidaknya di permukaan.
Ia menutup map itu perlahan.
"Tidak ada seorang pun yang benar-benar mengusulkan Executive Override," gumamnya.
Associate di sampingnya mengangkat pandangan.
"Maksud Anda?"
"Semuanya sudah ditulis seolah keputusan itu memang akan terjadi."
Karl tidak menjelaskan lebih jauh. Ia beralih ke map berikutnya.
Executive Office Registry.
Daftar aktivitas Executive Office selama dua minggu sebelum dan dua minggu sesudah Executive Override.
Ia membalik halaman demi halaman.
Approval log.
Administrative authorization.
Expense registry.
Baris demi baris berlalu tanpa menarik perhatian.
Legal fee.
Due diligence.
External valuation.
Visa processing.
Property relocation.
Lalu... Jemarinya berhenti.
Ia membaca satu baris itu sekali lagi.
Extraordinary Medical Transfer — Mert Hacıoğlu.
Tidak ada yang berbicara. Ketiga associate menunggu Karl mengatakan sesuatu.
"Kenapa biaya medis masuk ke Executive Office?" ucap Karl tanpa mengalihkan pandangan dari dokumen di hadapannya.