Karanlık Sevda - Sebuah Kesepakatan

Erika Hasan
Chapter #64

Awal Sebuah Tujuan

Musim semi hampir berakhir. Udara Istanbul tak lagi sedingin beberapa minggu sebelumnya. Matahari bersinar lebih lama, menerobos jendela-jendela tinggi ruang kerja Vice Chairman Office di lantai tiga puluh delapan Yaşaran Tower.

Erdoğan berdiri di depan jendela. Pandangannya mengarah ke Bosphorus, namun pikirannya sama sekali tidak berada di sana.

Dua hari lalu, sebuah surel dari Zürich tiba di kotak masuknya.

Independent Governance Review has been completed.

Hanya satu kalimat. Tidak ada ringkasan. Tidak ada kesimpulan. Karl Gassner memilih menyampaikan semuanya secara langsung.

Sudah hampir dua bulan sejak Keller & Brunner menerima penugasan itu. Lebih cepat dari yang diperkirakan Erdoğan.

Ketukan pelan terdengar dari balik pintu.

"Tamu Anda sudah tiba, Erdoğan Bey."

Erdoğan mengangguk. "Silakan."

Ia meninggalkan jendela dan berdiri di tengah ruangan.

Pintu kembali terbuka. Karl Gassner melangkah masuk lebih dulu, diikuti dua orang associate yang selama ini bekerja bersamanya di Zürich.

"Mr. Yaşaran." Karl mengulurkan tangan. "Pleasure to see you."

Erdoğan menyambut jabatan tangan itu dengan mantap. "Welcome to Istanbul."

Mereka duduk berhadapan.

Tanpa banyak basa-basi, Karl mengeluarkan sebuah binder tebal dari dalam tas kulitnya dan meletakkannya di atas meja. Sampulnya sederhana.

YAŞARAN HOLDING

Independent Governance Review

Tatapan Erdoğan tertahan beberapa saat pada binder itu. Karl memperhatikan tatapannya.

"Laporan itu milik Anda," katanya tenang. "Namun sebelum Anda membacanya..." Ia berhenti sejenak. "Ada satu hal yang perlu saya sampaikan."

Ruangan menjadi hening.

"Kami tidak menemukan bukti yang cukup untuk menyatakan telah terjadi tindak pidana."

Kalimat itu tidak mengejutkan Erdoğan. Ia memang tidak pernah berharap sebanyak itu.

Lihat selengkapnya