Karanlık Sevda - Sebuah Kesepakatan

Erika Hasan
Chapter #66

Batas Sebuah Kendali

Langit sore Istanbul memancarkan semburat oranye, seperti garis tipis yang menandakan pergantian waktu.

Osman Yaşaran berdiri di depan jendela kaca ruang kerjanya di lantai tertinggi Yaşaran Tower.

Mobil-mobil di bawah memenuhi jalan. Lampu-lampu kota mulai menyala. Gedung-gedung masih berdiri.

Yaşaran Holding masih menjadi salah satu perusahaan terbesar di negara ini.

Dan dia masih menjadi Chairman-nya.

Osman melonggarkan dasinya. Gerakannya lambat, tidak terburu-buru.

Tidak perlu.

Rapat tadi tidak mengubah apa pun.

Setidaknya, belum.

Hanya Executive Override yang dibekukan. Itu bukan pencabutan jabatan, bukan pula pengambilalihan perusahaan.

Ia masih memiliki kursi. Masih memiliki hak suara. Masih memiliki orang-orang yang telah bekerja bersamanya selama puluhan tahun.

Tapi ada sesuatu yang mengganggunya. Sesuatu yang tidak tertulis di dalam resolusi.

Osman mengingat kembali wajah-wajah di rapat tadi.

Ada yang menghindari tatapannya. Beberapa lainnya terlalu berhati-hati. Dan ada pula yang memilih diam.

Dulu, diam berarti menunggu perintah.

Hari ini, diam berarti menunggu siapa yang akan menang.

Osman tersenyum tipis.

Manusia memang selalu begitu.

Mereka menyebutnya loyalitas ketika seseorang berkuasa, dan menyebutnya kehati-hatian ketika kekuasaan itu mulai retak.

Ia berjalan menuju meja kerjanya. Binder itu masih tergeletak di sana.

Osman tidak membukanya.

Yang membuatnya tidak nyaman bukan isi laporan itu. Ia sudah memperkirakan Zürich akan menemukan kejanggalan.

Yang tidak ia perkirakan adalah Erdoğan.

Putranya tidak mencoba menghancurkannya. Tidak menuduhnya. Tidak membawa masa lalu ke hadapan Dewan.

Lihat selengkapnya