Malam telah sepenuhnya larut. Namun tak satu pun dari mereka bisa tidur. Bahkan sekadar memejamkan mata terasa mustahil.
Sejak beberapa jam lalu, mereka menyusun kembali urutan kejadian dari fakta-fakta yang telah mereka satukan. Satu per satu. Kini hanya rasa lelah yang tersisa.
Namun tubuh mereka seolah menolak untuk terlelap. Masih terlalu banyak hal yang belum selesai. Terlalu banyak pertanyaan yang baru saja menemukan bentuknya.
Punggung Erdoğan bersandar pada kepala ranjang, sementara kepala Almira bersandar di dadanya. Satu lengannya melingkari pundak Almira, menarik wanita itu lebih dekat ke dalam pelukannya.
Almira telah menceritakan semuanya. Bagaimana ia bertemu Mert untuk pertama sekaligus terakhir kalinya. Bagaimana ia menemukan buku diary Mert yang tertinggal di makam Ayşe. Bagaimana ia mengetahui bahwa Mert ditemukan meninggal di kamar hotel keesokan harinya, bersamaan dengan pertemuan pertamanya dengan Ömer.
Dan sejak saat itulah, bagaimana mereka mulai menyelidiki kecelakaan Ayşe.
Setiap kali Almira menceritakan kejadian yang membuatnya berada dalam bahaya, lengan Erdoğan semakin mengerat di sekeliling tubuhnya. Wajah pria itu menegang.
"Semua yang kau lakukan itu berbahaya, Mira."
Suaranya meninggi. Bukan karena marah. Lebih karena khawatir yang selama ini ia tahan.
"Kenapa kau tidak pernah mengatakan semuanya kepadaku?"
Ia menunduk menatap Almira. "Bagaimana kalau sesuatu terjadi padamu?"
Almira terdiam sesaat. Kemudian menarik napas.
"Aku belum tahu bagaimana posisimu. Kupikir..."
Keraguannya membuat Erdoğan menunggu.
"Kupikir kau terlibat dalam kasus itu."
Kata-kata itu keluar begitu pelan, seolah Almira sendiri tidak ingin mendengarnya.
Erdoğan menatapnya.
"Jadi itu sebabnya kau meminta penjelasanku?" Nada suaranya berubah. "Dan karena itu pula kau lebih mempercayai detektif itu?"
Almira mengangguk. "Kupikir kau menyembunyikan semuanya." Ia mendongak. "Dan Ömer..."
Tatapan mereka bertemu.
"Dia sudah menyelidikimu sejak lama. Dia hampir yakin kau—atau lebih tepatnya, keluarga Yaşaran—terlibat."