Karantina

Oleh: Jasma Ryadi

Blurb

Jakarta menjadi kuburan raksasa yang terlalu bising bagi Rian. Programmer lepas ini memilih menepi ke pelosok Bogor setelah nyaris meregang nyawa di ruang ICU akibat Covid-19. Rumah kontrakan terasing menjadi benteng sterilnya. Ia hanya membutuhkan kesunyian total untuk memulihkan endapan rasa sakit dan trauma batinnya yang mendalam.

Namun, ketenangan itu runtuh seketika. Abah Dirman, seorang lelaki tua ringkih, mulai berkeliaran di pekarangan rumah Rian. Langkah kaki sang kakek menyeret pelan sambil menenteng sebilah parang panjang yang berkilat tajam. Ia berdalih sedang menjaga rumah Rian dari gangguan makhluk halus.

Logika Rian menolak keras takhayul absurd pedesaan tersebut. Ia justru mencurigai kehadiran lelaki tua itu sebagai kedok intimidasi komunal untuk merampok seluruh asetnya. Ketua RT mengabaikan laporan bahaya ini. Rian terperangkap sendirian dalam kepungan paranoia yang kian memuncak. Keputusan untuk mengambil tindakan defensif menjadi satu-satunya cara agar kesempatan hidup keduanya tidak direnggut paksa.

Lihat selengkapnya