Kardigan Lila

Andros Luvena
Chapter #12

Bab 11 Peristiwa Kecil yan Merepotkan

“Jerman? Enak ya jadi kamu, jalan-jalan ke luar negeri terus.”

“Bukan jalan-jalan, Mbak, aku ditugaskan kampus menghadiri seminar di sana.”

“Sama aja.” Ibu berkata ketus.

Diam-diam aku ikut mendengarkan percakapan Ibu dan Bulik Dewi, berpura-pura memakai headset dengan laptop Biru di pangkuanku. Sementara Ibu berjalan mondar-mandir sambil menelepon menggunakan ponselku, karena milik Ibu masih kuamankan.

“Coba kalau aku kuliah kayak kamu, Wik, hidupku sekarang pasti udah enak, nggak tergantung sama anak,” lanjut Ibu melirikku.

Aku pura-pura tidak mendengar.

“Mbak Ika lupa? Dulu Simbok nyuruh Mbak Ika kuliah juga, tapi Mbak Ika ndak mau.”

“Dulu itu aku masih muda, Wik, masih seneng main.”

“Dulu aku yo masih muda, Mbak, tapi aku lebih milih kuliah dari pada ke sana-sini ndak jelas.”

“Kamu nyindir mbakmu, to?”

“Ndak kok, Mbak. Aku cuma ngomong fakta aja.”

Refleks aku menahan senyum. Sudut mataku menangkap wajah Ibu yang cemberut.

“Kamu tuh ya, kebangetan emang, sama mbakyu sendiri kayak gitu,” cerocosnya tampak kesal.

“Eh, udah dulu ya, Mbak. Aku udah ditunggu mahasiswaku nih, mau bimbingan. Salam buat Lila sama Biru, besok kalau pulang dari Jerman, aku bawain oleh-oleh buat kalian. Assalamualaikum.”

Ibu tidak menyahut, langsung memutuskan panggilan begitu saja, lalu meletakkan handphone-ku kasar ke atas meja di depanku. Tanpa memandang wajahku dia pergi keluar, pasti mau ke rumah Mak Yani.

“Bu, mau ke mana? Jangan ganggu Mak Yani, masih pagi,” tegurku, tapi Ibu tidak menggubris, dia terus melenggang pergi.

Aku menghela napas panjang, kalau bisa memilih orang tua sebelum dilahirkan, aku akan menunjuk Bulik Dewi. Dia jauh lebih pantas menjadi seorang ibu dibandingkan kakaknya. Seandainya Bulik Dewi punya anak, anaknya akan jadi salah satu yang paling beruntung di dunia. Sayangnya beliau tidak menikah.

Bulik Dewi sebenarnya pernah bertunangan. Calon suaminya seorang guru dan mereka sudah menentukan hari pernikahan. Namun, tiga hari sebelum hari H, pernikahan itu dibatalkan. Dulu, aku tidak tahu penyebabnya karena masih sangat kecil, yang kuingat hanya aku merasa kecewa karena tidak jadi ada pernikahan padahal kami sudah jauh-jauh datang ke Bantul. Beberapa bulan setelah peristiwa itu, Ibu minggat dari rumah bersama laki-laki lain.

Bertahun-tahun kemudian aku baru tahu dari desas-desus yang beredar, bahwa ibulah penyebab gagalnya pernikahan Bulik Dewi. Aku juga baru tahu kalau laki-laki yang kabur bersama Ibu adalah mantan calon suami Bulik Dewi.

Lihat selengkapnya