KARELUNA

Jenitha
Chapter #15

Sabtu itu

Sabtu sore sesuai janjinya, Karel mendatangi warung Mbah Agung. Dia menenteng tasnya menuju meja didekat jendela yang menghadap langsung ke taman kecil milik mbah. Buku-buku dan satu buah ponsel ia keluarkan dan diletakan di atas meja. Setelahnya Karel merogoh ponselnya dan mulai mengutak atik layar untuk membuka aplikasi pesan. Karel berniat mengabari Nuga bahwa dia telah sampai, tapi sesaat kemudian Karel teringat kalau dia 'kan tidak punya nomornya Nuga.

Karel beralih ke sekelilingnya, terlihat ada beberapa pelanggan dimeja lain dan tidak satu pun ia kenal. Ia mengalihkan atensinya pada meja kasir. Lalu, beranjak dari kursinya untuk memesan.

"Niva?" ujar Karel tak menyangka.

Benar Niva bukan Mbah Agung yang biasanya selalu menunggu kasir. Gadis bernama Niva yang Karel tahu adalah teman Joya itu tersenyum.

"Mau pesan apa?" tanyanya ramah.

Karel mengerutkan dahinya bingung. Tidak ada kata-kata menyebalkan seperti biasanya. Alih-alih menjawab pertanyaan Niva, Karel balik bertanya. "Mbah mana?"

"Keluar. Lo mau pesan apa?" tanyanya lagi sambil memberi kode.

Karel berbalik mendapati sudah ada beberapa orang yang rupanya mengantre dibelakangnya. "Gue pesan Surabi sama Lahangnya satu," ucap Karel setelahnya.

Selesai memesan Karel kembali ke kursinya. Awalnya Karel hendak bertanya soal Nuga, namun teringat percakapan teman-temannya waktu dikantin kemarin soal Nuga dan Niva yang mungkin memiliki hubungan yang Karel sendiri tidak tahu kejelasannya memilih urung. Ia hanya tidak mau memiliki masalah dengan Niva karena ia sendiri sudah memiliki banyak masalah dengan orang lain.

Tapi parahnya, Karel baru menyadari bahwa ia sudah terlanjur masuk ke liang buaya yang saling terikat. Pemilik warung ini adalah kakek dari musuhnya, Joya. Selama ini yang Karel ketahui Joya menaruh hati pada Alaska namun bertepuk sebelah tangan dan Karel tidak mau pusing-pusing soal kerumitan hubungan keduanya. Hal itu akhirnya membuat Joya membenci Karel hingga membuatnya terjebak dengan taruhan mereka. Sekarang ada Niva teman Joya yang lebih mirip seperti antek-antek dimata Karel dan rupanya Niva dan Nuga juga saling mengenal. Itulah mengapa disebut seperti masuk ke liang buaya berantai.

Karel menghembuskan napasnya pasrah. Satu buah buku yang membuat Karel meringis. Ide aneh soal menguntit cara belajar Joya adalah hal terkonyol yang pernah dia lakukan. Karel memasukan lagi buku itu ke dalam tas. Lalu ia keluarkan buku tugas Ekonomi-nya. Tangannya mulai menari diatas kertas putih membentuk tabel jurnal umum.

Baru beberapa akun yang ia masukan ke dalam tabel tapi atensinya teralihkan ketika netranya mendapati Nuga yang tengah tersenyum ke arahnya dan Karel pun membalasnya dengan senyuman pula.

"Lo udah lama datang?" tanya Nuga ketika sampai ke meja Karel.

"Nggak juga."

Nuga melirik sekilas benda-benda di atas meja Karel sebelum akhirnya menaruh atensinya ke wajah Karel. "Lo masih ngerjain? Kalau gitu gue ke dapur dulu ya, ntar kalau udah selesai gue dateng lagi," ucapnya.

Lihat selengkapnya