ZULAIKHA MEMBAWA DERITA
“Bapak ... bapak !” teriak Bu Josepuro dari arah kamar Zulaikha. Pak Josepuro yang sedari tadi memberi makan sapi di belakang rumah terkejut. Dengan sungguh-sungguh ia menuju sumber suara itu.
“Ada apa to bu?” tanyanya.
“Itu ... Zulaikha kok gak ada di kamarnya. Tadi malam ia aku suruh tidur, aku cari-cari di kamar mandi, di dapur tidak ada. Bu Sumi juga tak melihat dari tadi. Gimana ni pak? Kok Zulei gak ada, jangan-jangan ia lari gak mau dinikahkan sama Ramli?” katanya sambil tak kuasa menahan tangis. Tangisnya meledak seketika memanggil-manggil Zulaikha. Orang-orang di dapur tak kalah terkejut mendengar pokok permasalahannya. Zulei menghilang ....
Pak Josepuro tertegun sebentar, badannya gemeteran dan wajahnya pucat. Nyaris tak bersuara, ia memanggil bapak-bapak yang sedang menyiapkan minuman untuk membantunya mencari Zulaikha. Orang-orang di kampung akhirnya gempar tentang kabar hilangnya Zulaikha. Ibu Josepuro tak putus-putusnya menangis dan meratapi kepergian Zulaikha.
Tak beberapa lama rombongan pengantin pria datang. Mobil dilaju pelan-pelan. Sejenak Ramli dan kedua orangtuanya tertegun, orang hilir mudik kesana kemari memanggil nama Zulaikha.
“Ada apa to ini pak?” kok sepertinya orang-orang itu pada panik?”