KARMA PALA

Tri harnanik atas asih
Chapter #15

Djosepuro Meninggal dunia

DJOSEPURO MENINGGAL DUNIA

Pagi diselimuti kabut, embun menerpa daun di semak-semak bukit menoreh. Ladang jagung siap panen menjulang ke atas, sudah siap untuk dicabut di akarnya.

Suasana rumah pak Djosepuro ramai. Hilir mudik tetangga membawa baki berisi bunga 7 rupa. Jono terlihat berjalan cepat menuju ke rumah Djosepuro. “Ya Allah pakde,,, kok cepat sekali sampeyan meninggalkan kami?” tanya Jono sontak bertanya pada dirinya sendiri. Djosepuro telah tiada, terlihat terbujur kaku di dipan, karena sakit TBC yang dideritanya. Di samping itu juga lelah menanti kabar dari anaknya yang tak kunjung pulang.

Jono semakin menunduk lesu, ia sudah banyak bersalah pada keluarga ini. Seto segera menghampirinya “Gimana Jono, apa kita kabari Zulaikha di Jakarta untuk segera pulang?” Jono tertegun sesaat, butuh 1 hari untuk ke Jakarta, almarhum sudah sejak semalam meninggal ora apik menunda-nunda pemakamannya.

Setelah berunding dengan kerabat, pemakaman pakde Djosepuro dilaksanakan hari itu juga juga menunggu kedatangan Zulaikha bu Djosepuro langsung meratapi nasib keluarganya. Setelah kepergian bapak Djosepuro suasana kembali normal, bu Djosepuro meminta Lek Jono untuk mencari Zulaikha ke Jakarta, mengabarkan tentang bapaknya yang sudah meninggal.

“Lek,,, tolong kamu cari Zulaikha agar dia pulang kampung, saya gak akan maksa dia untuk nikah seperti dulu takutmya dia khawatir, karena mau dijodohkan lagi. Lek Jono mengangguk mengerti sehingga perlu tahu keadaan Zulaikha sebenarnya.

Lihat selengkapnya