“Kulo nuwun.”Terdengar panggilan dari depan rumah.
Ragil tengah bersiap pergi mengamen. Dia melongok sedikit dari jendela kaca. Di teras ada dua pemuda karang taruna, memakai seragam, dan membawa buku catatan. Mereka mau meminta sumbangan untuk sedekah bumi.
Seperti tidak ada waktu lain saja, pagi-pagi sudah narik iuran warga. Lebih pantas siang hari atau sore, pikir Ragil.
Alih-alih membuka pintu, Ragil justru celingukan mencari Murni. Murni muncul sendiri sebab mendengar ada orang di depan.
“Karang taruna. Sana buka pintunya.” Ragil menyuruh Murni ketika keduanya berhadapan.
Tanpa menjawab apa-apa, Murni melenggang menuju pintu. Dia tersenyum menyambut dua pemuda yang tak lain adalah sekretaris dan bendahara karang taruna.
“Duduk dulu. Ini mau menarik iuran, ya?” Murni menyilakan kedua tamunya masuk sambil menunjuk kursi.
Dua pemuda itu saling pandang sesaat, lalu salah satunya menggeleng. “Bukan, Mbak Murni. Kami datang karena mau bertemu Mas Ragil.”
“Mas Ragil?” Murni berbalik, lalu berteriak, “Mas, Mas Ragil ini ada yang nyari.”
Ragil muncul dari kamar dengan wajah merengut. Sambil berjalan menghampiri dua pemuda itu, Ragil menerka-nerka apa yang terjadi. Seingatnya, Ragil tidak melakukan kesalahan atau pelanggaran aturan apa pun. Juga Ragil yakin tidak telat membayar iuran setiap minggu. Satu-satunya kemungkinan ialah ketidakhadirannya di kumpulan warga tempo hari.
“Mas Ragil, bisa kami bicara sebentar?” Salah satu pemuda tersenyum seraya bertanya dengan santun.
Ragil mengangguk buru-buru sehingga tampak seperti orang terpaksa. Dia kemudian menunjuk kursi plastik di ruang tamunya.
Ketiganya lalu duduk, sedangkan Murni berjalan menuju kulkas untuk mengambil teh gelas dingin yang biasa ada untuk persediaan. Murni meletakkan minuman kemasan itu di depan tamunya.
“Jadi, ada apa ini tiba-tiba ingin ketemu saya?” Ragil memulai pembicaraan di antara mereka.
Salah satu pemuda menyenggol lengan satunya, mengode agar dia saja yang bicara. Si teman pun terpaksa mau. Bila tidak segera dibicarakan, nanti malah batal dibahas.