Kasih Murni

Yayuk Yuke Neza
Chapter #24

Polisi-polisi

Malam setelah mendapat kabar dari kantor polisi, Ragil tidak bisa tidur. Dia ingin hari cepat berlalu, agar lekas bisa melihat keadaan Murni. Polisi yang menelepon tadi mengabarkan bahwa Murni ikut ditangkap karena kafe dan karaoke tempatnya bekerja disergap oleh satuan narkoba. Ragil merasa bodoh karena dia tidak bertanya, apakah Murni termasuk pemakai, apakah hasil tes positif atau bagaimana. Ragil hanya diam mendengarkan polisi itu bicara, sampai kemudian telepon ditutup. Ragil bisa datang keesokan hari di jam kerja untuk menemui Murni, lain-lainnya akan disampaikan di kepolisian.

Juna sebentar-sebentar terpejam, tetapi tak lama kemudian terbangun lagi. Juna tahu bapaknya tidak tidur, tetapi tidak tahu mengapa. Kabar apa yang Ragil dengan dari telepon tadi sore itu. Juna sungguh penasaran, tetapi tidak berani mendesak sang bapak.

“Pak, aku lapar.” Juna bangun, beralasan dia ingin makan.

“Masih ada nasi di meja. Makanlah. Atau mau masak mie, Bapak buatkan.” Ragil menjawab tanpa memandang Juna. Kemudian Ragil turun, menuju dapur kecil mereka.

Juna mengekori dari belakang. “Mie aja, Pak. Mie kuah soto.”

Ragil menoleh sekilas, lalu mengangguk kecil. Juna lantas duduk di karpet depan televisi, sementara Ragil memasak mie. Dia membuat dua porsi, satu untuk dirinya sendiri. Setelah beberapa menit, Ragil duduk di depan Juna.

“Terima kasih, Pak.” Juna berkata sembari menunduk.

Ragil tersenyum sekilas, tetapi Juna tidak memandang ke arahnya. Beberapa menit berlalu, keduanya tidak saling bicara.

Lihat selengkapnya