Siang itu Ari duduk di depan seorang petugas KPK, untuk dimintai keterangan tentang uang transferan David ke rekeningnya.
"Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada bapak bersedia datang ke kantor kami." Petugas itu berkata sopan.
Ari mengangguk, "Sama-sama Pak, saya siap memberikan keterangan."
"Untuk keperluan administrasi, tolong sebutkan nama lengkap anda, serta identitas anda."
"Nama saya Ahmad Sobari, Bogor, 19 Februari 2000, saya tinggal di Perumahan Pakuan Regensi, Blok B3 No 14 Kecamatan Darmaga."
Petugas itu mengetik keterangan yang diberikan Ari.
"Apakah anda kenal dekat dengan David Nurcahyo?"
Ari mengangguk, "Saya kenal beliau, ketika mengisi tabligh Akbar di perumahan Cimanggu Bogor, kebetulan beliaulah yang menjamu saya di rumahnya."
Petugas itu kembali mengetik, "Apakah Pak Ari tahu, bahwa Pak David terkena kasus korupsi puluhan triliun?"
Ari menggelengkan kepala, "Saya juga terkejut, ketika melihat berita di televisi, saya tidak menyangka beliau mengkorupsi dana haji."
Petugas itu terdiam, menatap tajam ke arah Ari, "Bapak yakin tidak tahu?" tanya petugas itu dengan nada datar.
"Yang saya tahu, beliau sempet berkonsultasi dengan saya tentang masalah keuangannya, saya hanya memberikan solusi sesuai dengan yang diajarkan dalam agama saya."
Petugas kembali mengetik, "Kami juga telah memeriksa rekening bank beliau, ada beberapa transferan yang mencurigakan."
Tangan Ari mulai berkeringat, mendengar petugas ternyata sudah memeriksa rekening David.
"Transferan ke 10 rekening lembaga, masing-masing sejumlah 20 miliar, dan ke sepuluh lembaga tersebut terdapat nama anda sebagai pengurus yayasan."
Ari mengangguk, "Betul Pak, saya memang terdata sebagai pengurus yayasan di sepuluh lembaga tersebut, dan memang Pak David mentransfer sejumlah uang yang bapak sebutkan, dua hari lalu saya baru mendapatkan laporannya."
Petugas itu kembali mengetik, dahinya berkerut. "Apakah bapak tahu, bahwa uang tersebut adalah dana haji yang dikorupsi Pak David."
Ari langsung terkejut, ia mengusap dadanya. "Astaghfirullah, kalau saya tahu, saya pasti langsung meminta yayasan untuk mengembalikannya, atau mungkin langsung melaporkannya ke aparat berwajib."
Petugas itu kembali mengerutkan dahi, ia kembali mengetik, "Tanggal 20 Januari lalu, bapak berbicara berdua dengan Pak David di ruangannya, dalam rekaman anda menyebutkan yang 20 triliun, bapak bisa menjelaskan darimana bapak tahu jumlah uang tersebut." Nada bicara petugas perlahan naik.
"Saya hanya menebak saja pak, beberapa pengusaha sering berkonsultasi dengan saya, sehingga saya terkadang bisa menebak jumlah kekayaan mereka." Ari menjawab dengan nada pelan tapi tenang.
Petugas itu memeriksa beberapa berkas, lalu menghela napas. "Pertanyaan terakhir pak, Apakah bapak pernah menerima uang dari Pak David secara pribadi? dan di rekening bapak juga tercatat pembelian sebuah mobil mewah seharga 600 juta."