PRAANG
Suara kaca pecah, bercampur dengan teriakan dan umpatan.
Para santri yang sedang berjalan, terhenti menoleh ke arah rumah gurunya.
Aji keluar setengah berlari, sebuah panci melayang hampir mengenai kepalanya.
Santri langsung bergegas masuk ke kamarnya masing-masing, kejadian itu sudah seringkali terlihat.
"Kasian akang ya, punya istri seperti itu," bisik bram kepada teman di sebelahnya, yang hanya mengiyakan.
Aji berhenti di tengah-tengah kebun singkong yang tinggi, ia memeluk lutut–terisak. "Harus kemana, aku mencari nafkah." Ucapan terdengar lirih.
Ia memandang hamparan rumput dengan tatapan kosong, tidak sadar bahwa ada sesosok mahluk berkulit sangat hitam dan bertanduk sedang mengawasinya dengan tersenyum.
"Manusia, mahluk yang dipilih Tuhan untuk memimpin alam dunia, terduduk tidak berdaya diterjang ujian kehidupan hahaha." Suara tawa itu membuat seluruh alam kecuali manusia dan jin terdiam.
"Ya Allah, bagaimana ini. Saya seperti tidak ada harganya." Ia bergumam.
"Pak Kiyai." seorang laki-laki memakai celana selutut, memakai kaos partai sedang membawa cangkul menyapanya. "Lagi ngapain disini?"
Aji buru-buru menghapus matanya yang basah, "Mang Adi, ka kebon sanes?" ia mengalihkan pembicaraan.
"Muhun Pak Kiyai, lagi mau panen kacang di sana." Adi menjawab sambil menatap Aji. "Pak Kiyai sendirian di sini?"
"Iya Mang Adi, lagi nyari angin, disini enak seger."
Mang Adi mengernyitkan dahi, "Kalau gitu, saya kesana dulu, insyaallah saya nanti kirim kacang ke pesantren." Adi melangkah meninggalkan Aji yang masih terduduk.
Aji kembali menghela napas, ia bangun dan berjalan ke sembarang arah dan tanpa ia sadari, sosok hitam itu terus mengikuti.
---
Dua tahun berlalu.
Aji turun dari mobil Fortunernya, berjalan dengan tegap, memasuki rumah yang sekarang sudah dua tingkat.
Ia mengucapkan salam, sambil membuka pintu. Istrinya berjalan menghampirinya, mencium tangannya lembut. "Gimana ceramahnya tadi, Pak?" tanya istrinya dengan lembut.
Aji menghempaskan diri di atas sofa empuk, "Lancar, umi. Alhamdulillah jamaahnya ribuan," jawabnya.