KAU BILANG MISKIN, KU BILANG CUKUP

Oleh: Aga Lesmana

Blurb

Di dunia yang menghitung harga napasmu dalam bentuk tagihan, kewarasan adalah barang mewah yang paling mahal harganya. Gengsi dibeli dengan cicilan, harga diri diukur dari merek yang melekat di badan, dan kebahagiaan dipatok dari seberapa tebal saldo yang bisa dipamerkan. Semua orang berlari dalam lintasan yang sama, tersengal-sengal, saling menyikut, dan takut setengah mati pada satu kata: ketinggalan.

Semakin banyak yang mereka miliki, semakin mereka hidup dalam teror kecemasan yang tak berujung. Menjadi budak dari keinginan sendiri, tertawa di balik topeng, dan berpura-pura baik-baik saja di atas tumpukan harta yang merapikan jalan menuju kehancuran batin.

Lalu, bagaimana jika suatu hari sebuah godaan datang menguji? Sesuatu yang kecil, yang mampu meruntuhkan benteng moral manusia dalam sekejap mata, dan mengubah tawa menjadi paranoia yang mencekam?

Buku ini bukan tentang bagaimana cara menjadi kaya. Buku ini adalah cermin retak bagi zaman yang sakit. Sebuah perjalanan batin yang menelanjangi kepalsuan modern, menertawakan kebodohan sistem sosial kita, dan menuntunmu pada satu tombol rahasia paling mematikan yang paling ditakuti oleh dunia modern.

Sebelum kamu memutuskan untuk terus berlari mengejar segalanya, tanyakan pada dirimu sendiri: Sudah berapa banyak jiwamu yang tergadai demi hal-hal yang sebenarnya tidak kamu butuhkan?

Berani membuka halaman pertamanya, atau kamu memilih tetap pura-pura bahagia?

Lihat selengkapnya