Kau dan Aku Selamanya

AdisCill20
Chapter #4

Bab 4. Ketakutan Tasya

Bab 4. Ketakutan Tasya

Semenjak rencana perjodohan Tasya dikatakan papa dan mama ke Tasya, ceria Tasya jadi hilang dan di rumah Tasya berusaha menghindari papa dan mama. Papa dan mama tahu kalau Tasya berubah. Tasya mengerti kalau orang tuanya pasti akan memberikan yang terbaik untuk anaknya. Apalagi jodoh untuk anaknya. Tapi Tasya merasa sebagai wanita modern umur dua puluh lima itu masih muda masih belum siap untuk menikah. Masih ingin berkarir dan menikmati dunia. Nantilah tiga atau lima tahun lagi baru menikah. Dan intinya Tasya juga takut sekali untuk menikah. Tasya takut gagal dalam pernikahan. Tasya melihat banyak rumah tangga sekarang yang gagal dalam berumah tangga. Baru sebentar menikah sudah bubaran. Ya suami selingkuh atau isteri yang selingkuh. Sering berantem kadang juga ada kekerasan dalam rumah tangga. Belum lagi kalau punya anak, kasihan melihat anaknya. Harus hidup hanya dengan satu orang tua saja setelah orang tuanya bercerai. Lagian buat apa menikah, kalau soal uang Tasya cukup, berlebih malah.

Tasya duduk melamun di pinggir tempat tidurnya. Pandangannya jauh ke depan. Kemudian Tasya menghempaskan badannya ke kasur. Rambut sebahunya terlihat kusut. “Huh....” Suara nafas Tasya terlihat berat. “Masa bodoh, tidak usah dipikirkan perkataan papa dan mama, menghindar-hindar saja dulu. Huh.... tapi sampai kapan?” Tasya duduk kembali dipinggir tempat duduknya. Lalu berucap lagi. “Menikah itu zaman sekarang ini nggak penting nggak sih?” Lalu Tasya menghempaskan tubuhnya lagi di kasur. Tasya bulat dengan keinginannya untuk tidak memberikan jawaban dan menghidar dari papa dan mamanya. Lalu cepat-cepat Tasya berjalan ke kamar mandi, Tasya ingin mandi dan pergi ke kantornya. Setelah selesai mandi dan berpakaian, Tasya membuka pintu kamar dan melirik ke kiri dan ke kanan, melihat takut kalau-kalau ada papa dan mama. Takut bertemu papa dan mama. Setelah di rasa aman, Tasya keluar kamar, tapi ternyata di ruang tamu Tasya melihat papa dan mama lagi duduk berdua sambil mengobrol. Tasya tidak bisa mundur ke belakang, karena sudah ketangkap basah mau pergi ke kantor. Kalau putar lagi ke kamar bagaimana dengan kantor. Akhirnya Tasya cuek saja, langsung menyalami papa dan mamanya, lalu bicara. “Pergi, Ma, pergi pa.”

“Tasya mau kemana?” Tanya papa.

“Kantor, ma.” Ucap Tasya.

“Oce, hati-hati di jalan....” Ujar papa.

Setelah Tasya berangkat mama bicara ke papa. “Tu, papa lihatkan Tasyanya berubah.”

Lihat selengkapnya