Bab 5. Tasya menolak perjodohan dengan Randi
Sudah satu bulan dari Papa dan Mama Tasya mengatakan ke Tasya kalau mereka ingin menjodohkan Tasya dengan Randi, anak keluarga Broto teman baik papa dan mama. Tapi Tasya waktu papa dan mama mengatakan perkara perjodohan itu yang diawali kenalan lagi dengan Randi. Tasya hanya mengatakan minta waktu. Tapi setelah pembicaraan tentang perjodohan itu, Tasya tidak bisa berpikir lain kecuali menolak perjodohan yang dikatakan papa dan mama. Tapi Tasya tidak berani untuk mengatakan ke papa dan mama kalau Tasya tidak mau dijodohkan. Bahkan bukan saja itu, Tasya takut untuk menikah. Kalau boleh tasya berkeinginan tidak menikah saja. Itu keputusan tasya.
Sore itu, sepulang kantor, Tasya pulang ke rumah. Dan seperti biasa sebelum masuk ke rumah, Tasya akan mengintip dulu takut bertemu papa dan mama. Setelah dirasa aman, papa dan mama tidak kelihatan, Tasya turun dari mobil. Masuk ke dalam rumah. Ketika Tasya membuka pintu, Tasya langsung bertemu dengan papa yang duduk di ruang tamu sedang main handphone. Tasya kaget sekali melihat papa. Papa menegur Tasya. “Sya, kok nggak mengatakan assalamualaikum?”
“Eh, iya pa.” Jawab Tasya masih kaget. “Assalamualaikum, pa....”
Kemudian Tasya berjalan melewati papa. Papa menegurnya. “Duduklah disini sebentar bareng papa. ”Tasya cepat berkata. “Maaf pa, mo ke toilet. Kebelet.” Ucap Tasya lalu berjalan cepat-cepat ke kamarnya. Di kamar, Tasya bernafas lega.
Malam hari seperti biasa mama mengetuk kamar Tasya mengajak makan malam. “Sya, ayo makan dulu.”
“Udah makan, ma di kantor sebelum pulang. Tasya diet nggak makan malam, ma.” Ujar Tasya dari kamarnya.