KAU SEHARUSNYA TIDAK DILAHIRKAN

Mahfrizha Kifani
Chapter #2

BAB 2 - SELALU DIA

Riani memarkirkan sepedanya di parkiran khusus sepeda di sekolah, lantas melangkah santai menuju lorong sekolah yang akan membawanya ke kelasnya di lantai dua. Riani tampak rapi, rambut se punggung yang sengaja dia gerai, seragam abu-abu yang tampak rapi, ditambah sepatu hitam kilat seperti biasa. Tidak ada Raina bersamanya. Hukuman yang diterima sang adik, membuat Riani harus pergi ke sekolah sendiri hari ini, sementara sang adik, mendekam di rumah sampai hari itu tiba. Hari di mana dia akan diantarkan ke dunia barunya.

Riani melemparkan senyuman saat adik-adik juniornya menyapa. Riani memang terkenal ramah dan mudah akrab dengan siapa pun. Berbeda dengan Raina yang lebih introvert. Namun anehnya, banyak yang mengaguminya. Termasuk Rafa, cowok tampan incaran Riani yang baru saja berseru dari arah belakang memanggil nama Riani. 

Riani spontan berbalik sebelum kakinya menyentuh anak tangga pertama. Dia tersenyum, menyambut Rafa yang tampak berlari kecil menghampirinya. 

"Hai, Raf," sapa Riani. 

Rafa tersenyum sembari celingak-celinguk mencari sesuatu. "Kamu sendirian?" tanya Rafa yang jelas saja membuat Riani kecewa. Pertanyaannya mampu diartikan Riani kalau saat ini, Rafa sedang memastikan keberadaan Raina. 

"Iya, Raina kan di skorsing," jawab Riani berusaha menutupi kekecewaannya. "Dan mungkin, gak bakalan masuk lagi."

"Maksudnya?" 

"Iya, Bapak mutuskan pindahin Raina ke pesantren," jawab Riani dengan ekspresi berubah sedih.. "Kasusnya kemarin, buat Bapak marah besar." Riani menghela napas kasar. "Lagian Raina ada-ada aja, kok bisa ngelakuin hal begituan di sekolah, sama Deo lagi." Riani tampak kesal mengingat foto-foto yang ditunjukkan Bapak kemarin. 

"Kamu percaya hal itu?" tanya Rafa sembark menghentikan langkahnya yang membuat Riani ikut berhenti. Keduanya saling berhadapan. Rafa tampak menatap Riani dengan tatapan kecewa, sementara Riani malah terpukau melihat cowok idamannya bisa sedekat ini dengannya. 

Lihat selengkapnya