Blurb
Tahun 2055 di dimensi kedua, Pulau Jawa terbelah, hingga terbentuk selat raksasa yang menganga lebar, dan Perang Dunia III meluluhlantakkan segalanya. Revan terbangun di tengah kehancuran. Bersama Sasti, ia menyusuri reruntuhan, rahasia waktu, dan dipertemukan dengan versi dirinya sendiri yang lebih tua dari tahun 2095. Sebelum perang meletus, Presiden Rangga Kamisono tewas dibunuh Raja Dlogok dari Negeri Urinka. Sehingga tampuk kekuasaan jatuh ke tangan Raja Dlogok. Bertameng kekejaman dan berjubah darah, Urinka—negara digdaya itu telah banyak mencaplok negeri-negeri lain di sekitarnya.
Ketika masa lalu, masa depan, dan dimensi lain saling bersinggungan, Revan harus memilih antara mengubah takdir, atau membiarkan sejarah menelan segalanya. Berbekal catatan misterius milik Sang Penyusup Waktu yang bernama Robert Sunandar, Revan bertualang dan menyingkap rahasia kelam—termasuk tragedi Tumbal Palawija, ketika sepuluh kepala rakyat jelata dipenggal lantas dipajang di depan gedung pengadilan, termasuk kepala ayahnya Revan. Mampukah Revan menemukan benang merah dan jalan keluar dari kemelut dunia yang jalin-jemalin tak berujung?
Novel ini adalah kisah distopia tentang kekuasaan, pengkhianatan, dan harga sebuah bangsa yang terinjak-injak oleh keserakahan manusia.
Pada 2024, Kawanan Pemintal Benang adalah cerpen, lantas dikembangkan menjadi sebuah novel di awal tahun 2025.