Setelah kami semua sudah selesai mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) untuk semester depan, kami pun kembali ke kosan yang niatnya mau memulai diskusi atau mencari pencerahan, kira-kira bahas apa, mau bekerjasama nya bagimana, dan lain-lain. Tapi jujur gue sepintas teringat perkataan kakak gue dulu sebelum memasuki semester-semseter akhir ini.
“Nanti, ketika kuliah,,, lo akan sulit sekali untuk menemukan temen yang mau membantu lu ketika kesusahan, karena kuliah itu kayak kiamat kecil,,, semua orang berusaha menyelamatkan dirinya masing-masing, jadi kuliah lah yang bener ya,,, jangan kebanyakan main”.
Melihat dan mengingat jawaban dari teman-teman gue yang mayoritas, ‘Nggak Tau’ ‘ Belum Tau’ jujur disini gue bingung harus memposisikan gue seratus persen percaya sama mereka atau enggak, karena mengingat perkataan kakak gue yang bikin gue su’udzon (berprasangka buruk) saat itu juga.
“Apa sebenernya si anjing-anjing ini udah pada tau mau ngapain dan bikin apa ya, cuma emang gue aja yang terlalu percaya”.
Walaupun sebenarnya kita pun tetap dikasih pilihan dan pertanyaan ketika pada saat pengisian KRS tadi, seperti :
“Apakah sudah siap untuk melaksanakan atau memasuki waktunya mengerjakan atau membuat si tugas akhir ini atau belum?”
“Apakah ada mata kuliah yang masih belum lulus nilai nya dan harus di ulang terlebih dahulu?”
Ya,,, intinya bisa dikasih pilihan mau membuat dan menyelesaikan tugas akhir ini atau di undur di semester berikutnya. Tapi karena gue merasa, semakin banyak nya semester pastinya akan mengeluarkan uang lebih lagi tentu saja, dan gue nggak mau membuat perempuan tertua, kaisar tertinggi, ibu negara, atau Nyokap gue keluar tanduk sepanjang 12 cm ketika gue memperlambat waktu lulus gue, dengan yakinnya gue memilih “YA! SAYA BISA DAN HARUS LULUS SESEGERA MUNGKIN!” karena memang untungnya tidak ada matakuliah yang nilainya bersifat mengganggu syarat pelaksanaan melanjutkan si tugas akhir ini, jadi yaudah gue pilih lanjut dengan yakin.
Walaupun nggak tau mau mulai darimana dan nggak tau apa yang mau dibahas saat itu, sejujurnya.
Tapi gue masih berusaha positive thinking sama temen-temen gue kalau mereka mau dan bisa saling membantu temennya yang bodoh dan sering bolos kelas ini. Ya memang saat itu juga gue merasa, ini lah hari penyesalan gue datang karena memang gue adalah mahasiswa yang sering bolos kelas, karena males, dan karena nge-Game atau nyeries (Nonton series).
“Ndre serius ndre, la-u bikin ape ???” Tanya gue yang menyenggol pundak Andre yang berjalan disebelah gue. Karena jujur mungkin disaat itu Andre adalah orang terdekat dan paling kepercayaan gue semisal temen-temen gue yang lain ternyata bohong, seenggaknya masih ada Andre yang ada 90 % nggak mungkin bohongin gue lah.