Keanggunan Dipeluk Takdir

Temu Sunyi
Chapter #14

Malu yang Tak Bisa Dimandikan

Aku tahu Bapak masih mengetuk pintu tiap pagi, berharap aku membuka walau hanya satu celah.

Tapi aku hanya duduk di balik tirai gelap, menyatu dengan dinding dingin,

membatu bersama dosa yang bukan kuperbuat,

tapi tetap menempel di tubuhku seperti darah yang tak bisa dibersihkan.

Aku tahu Ibuk menangis tiap malam.

Kusaksikan dari bayangan lampu yang menari di balik pintu kamar,

suara isaknya menembus dinding dan menusuk tulang.

Tapi aku terlalu malu untuk bicara.

Terlalu jijik pada diriku sendiri. Aku kotor, Pak. Aku hina, Buk.

Lihat selengkapnya