Di dinding kamarku, masih tergantung foto Mama waktu muda.
Matanya dulu penuh cahaya, meski dunia sering memperlakukan kita seperti debu.
"Mama,"
bisikku setiap malam,
"seberat inikah beban yang kau tanggung, sampai kau memilih menyerah pada hidupmu?"
Aku dulu marah padamu, Ma.
Kenapa pergi tanpa pamit?
Tapi sekarang aku mengerti...
dunia ini terlalu kejam untuk orang yang ingin tetap baik.
Mungkin mama juga pernah seperti aku.
Duduk dalam gelap. Takut pada pagi. Marah pada malam.
Lelah karena harus kuat, hanya karena tak ada pilihan lain.
Dendam pada Takdir, Diamnya Tuhan