Malam pun berlalu aku telah terlelap dalam mimpiku dan seketika mimpi itu pun menghilang seiring dengan aku yang terbangun karena teringat dengan orang tuaku yang tadi sempat pergi tanpa aku mengetahui kemanakah perginya, namun semua kekhawatiran ku sedikit berubah karena mengingat kembali bahwa esok merupakan panggilan interview pada suatu perusahaan. Pada saat ini jam sudah menunjukan pukul 22.10 dimana muncul keinginan ku untuk lebih memperdalam pengetahuan seputar pekerjaan yang nantinya akan kudapatkan ("harus kudapatkan" perkataan dalam hati dengan sedikit ambisi untuk mendapatkan pekerjaan pertama), untuk itu aku kembali melihat-lihat informasi seputar deskripsi pekerjaan dan rutinitas sebagai pegawai staff HR melalui berbagai halaman internet serta tidak lupa juga aku melihat beberapa catatan perkuliahanku (mudah-mudahan bisa membatu) agar mereka (pihak interviewer) dengan mudah mendapatkan gambaran terhadap diriku melalui berbagai macam pertanyaan yang akan di berikan besok.
Tak selang beberapa saat kudengar suara sepeda motor masuk ke area garasi rumahku dalam hati aku berbicara " siapa lagi kalau bukan orang tuaku" karena aku juga familiar dengan suara motor tua namun terawat itu, seakan akan memang suara motor tersebut "khas" itulah motor orang tuaku. Sembari membuka pintu kulihat memang wajah mereka terlihat sedih, dibilang sedih bukan juga tetapi lebih tepatnya wajah mereka seakan-akan menunjukan perkataan "Sayang sekali"1, setiap anak pasti bisa melihat ekspresi wajah demikian terlebih jika memang orang tua kandung. Setelah ku sambut mereka aku membiarkan dulu sejenak (tidak langsung aku tanya mengapa dengan wajah demikian pulang kerumah?) sampai pada saat yang tepat untuk berkomunikasi dan aku pergi ke kamar untuk mematikan laptop dan kipas angin karena tadinya memang aku pakai untuk menggali informasi mengenai interview besok.
Sedikit aku intip keluar kamar dimana kedua orangtuaku sedang membicarakan sesuatu hal yang terdengar sedikit familiar (karena ada kondisi yang mereka bicarakan hampir sama dengan kejadian beberapa hari lalu yang sudah aku alami), dengan perasaan yang sedikit bangga (karena berkesempatan besok interview) aku ikut nimbrung pada obrolan mereka sambil menunggu waktu yang tepat untuk aku bisa membagi informasi yang sedikit bahagia ini kepada mereka. Sambil menunggu momen yang pas kemudian aku bercerita kepada orangtuaku "ayah, ibu besok aku ada interview". Alhamdulillah begitulah ucapan mereka berdua dengan raut wajah yang sedikit berubah ketika mendengar kabar ku ini, seketika adik ku pun keluar dari kamar dan juga mengucapkan hal yang sama. Terlepas dari obrolan mereka berdua dimana aku juga sedikit merasa penasaran karena hal itu, tidak terlalu aku fokuskan terhadap obrolan mereka namun fokus utama saat ini adalah agar aku bisa mendapatkan gambaran pekerjaan dari pengalaman mereka berdua semasa bekerja dan sampai saat inipun masih bekerja sebagai re-hire2.
Kugali informasi sebanya mungkin dari mereka seputar pekerjaan mereka sehingga akupun tidak merasakan bahwa ternyata waktu sudah menunjukan pukul 23.40, aku rasa cukup untuk mendapatkan gambaran dari sisi pandang mereka. Apapun informasinya aku anggap itu penting untuk kebutuhan besok interview, segala rasa penasaran ku terhadap jobdesk sudah aku utarakan kepada orang tuaku alhasil banyak sekali informasi yang aku dapatkan dari orang tuaku dan tidak aku dapatkan sama sekali melalui media digital. Ketika kurasakan suasananya pun sedikit pas, maka kemudian aku bertanya kepada mereka berdua
"Tadi buru-buru kemana, kok tidak bilang dan langsung pergi saja?" tanya ku.
"Tadi ayah sama ibu, pergi kerumah teman ayah dimana mereka sedang mengalami musibah. Anak mereka meninggal dunia di usia muda". Jawabnya
"Ayah sama ibu kenal baik dengan teman ayah itu?" Tanyaku kembali.